Belitung Timur, Journalarta.com – Dalam sebuah prosesi yang mirip dengan tradisi lamaran pernikahan, Erzaldi Rosman Djohan mengunjungi kediaman Yuri Kemal Fadlullah dengan maksud memintanya sebagai pasangan politik untuk pemilihan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Pilgub Babel) 24 november mendatang. Langkah ini menandai dimulainya ritual adat seserahan yang penuh makna budaya dan simbolisme di tengah masyarakat Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Kamis (22/8/2024).
Kedatangan Erzaldi Rosman di tanah Beltim tidaklah semudah yang dibayangkan. Rombongannya yang juga diiringi oleh sang istri, Melati Rosman terlebih dahulu dihadang oleh para penjaga adat setempat.
Sebagai bagian dari tradisi, mereka diharuskan untuk melewati beberapa tantangan simbolis yang mencerminkan kearifan lokal dan kehormatan budaya Melayu di Beltim.
Langkah pertama dalam ritual ini adalah penyerahan ‘Sekapur Sirih‘ kepada Erzaldi dan Melati oleh seorang penari penyambut tamu.
Sekapur sirih ini bukan sekadar hadiah biasa. Sekapur sirih merupakan simbol penghormatan dan penerimaan tamu dalam tradisi Melayu.
Dengan penuh kehormatan, Erzaldi dan Melati menerima dan mencoba sekapur sirih tersebut, menandakan kesiapan mereka untuk menghormati dan menghidupi tradisi setempat.
Ritual ini juga dianggap sebagai penganugerahan terhadap niat baik sang tamu untuk menjalin hubungan yang lebih dalam dengan masyarakat Belitung Timur.
Namun, tantangan tidak berhenti disitu, Saat rombongan Erzaldi hendak memasuki pekarangan rumah Yuri Kemal, mereka kembali dihadang oleh penjaga adat setempat.
Kali ini, mereka ditantang dalam sebuah pertandingan berpantun a battle of wits yang khas dalam budaya Melayu. Tantangan ini dimaksudkan untuk menguji kecerdasan, kepekaan budaya, dan kemahiran berbahasa sang tamu.
Menghadapi tantangan ini, Erzaldi ternyata sudah mempersiapkan orang yang terampil dalam seni pantun.
Pertarungan pantun pun berlangsung seru, dengan setiap bait yang dilontarkan penuh makna dan kearifan lokal.
Penjaga adat yang semula tegas, akhirnya tersenyum dan memberikan jalan bagi rombongan Erzaldi untuk melanjutkan prosesi adat.
Setelah melewati serangkaian tantangan adat, Erzaldi dan rombongannya akhirnya tiba di kediaman Yusril Izha Mahendra, ayah dari Yuri Kemal Fadlullah.