Beranda DAERAH ORMAS BMPPB DUKUNG POSISI POLRI DIBAWAH KOMANDO PRESIDEN

ORMAS BMPPB DUKUNG POSISI POLRI DIBAWAH KOMANDO PRESIDEN

0
ORMAS BMPPB DUKUNG POSISI POLRI DIBAWAH KOMANDO PRESIDEN

Journalarta.com – Dukungan Demi Dukungan terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai institusi penegak hukum negara yang berada di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat indonesia termasuk juga di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Dukungan tersebut datang dari kalangan pers, ulama, akademisi, buruh, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh lintas agama.

 

Melihat Situasi Dan Dinamika Yang Terjadi Saat Ini Ketum Ormas BMPPB Malam Ini Mengadakan Rapat Koordinasi di Markas Besar Barisan Muda Patriot Bangka Belitung Beserta Para Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Dan Mengeluarkan Pernyataan Resmi Terkait Dengan Polemik Posisi Polri yang berada langsung di Bawah Presiden merupakan bentuk penguatan sistem keamanan nasional yang demokratis didukung oleh sejumlah elemen, termasuk tokoh masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan pemerintahan, dengan penekanan pada peningkatan profesionalisme, netralitas, dan akuntabilitas.

 

“Keputusan untuk mempertahankan Polri langsung di bawah Presiden dianggap paling ideal untuk menjaga fleksibilitas dan kecepatan institusi dalam merespons kebutuhan keamanan nasional tanpa hambatan birokrasi kementerian,ungkap bung deki”

 

Meskipun terdapat polemik mengenai Perpol Nomor 10 Tahun 2025 terkait penugasan anggota aktif di jabatan sipil yang dinilai berpotensi menimbulkan dwifungsi, konsensus utamanya adalah posisi struktural Polri tetap di bawah Presiden.

 

Hingga saat ini, pemerintah dan parlemen (Komisi III DPR RI) tetap berpegang pada kesepakatan bahwa posisi Polri di bawah Presiden adalah bentuk penguatan sistem keamanan nasional yang paling sesuai dengan karakteristik ketatanegaraan Indonesia.

 

Sedangkan Hartoni Indra Atau Yang Biasa disapa Bung Toni Cobra Selaku Ketua Dewan Penasihat Ormas BMPBB Yang Turut Mendampingi Ketum Ormas BMPBB Beserta Sekretaris Dewan Penasihat Ormas BMPBB Bung Agus Subroto menegaskan bahwa posisi Polri di bawah Presiden merupakan amanat konstitusi yang tidak perlu diperdebatkan, melainkan harus dijaga melalui kinerja yang profesional dan berintegritas.

 

“Polri berada di bawah Presiden adalah amanat konstitusi. Ormas BMPBB Akan Terus mendukung dan memantau Polri yang profesional, presisi, dan independen dalam menjalankan tugas penegakan hukum,” tegas bung toni cobra..

 

Berikut adalah poin-poin utama terkait kesepakatan dan pandangan tersebut:

  1. Penguatan Sistem Keamanan Nasional: Penempatan Polri langsung di bawah Presiden dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem keamanan nasional yang lebih demokratis, terintegrasi, dan responsif.

 

  1. Netralitas Dan Profesionalisme:

Polri di bawah Presiden diharapkan dapat beroperasi secara lebih netral dan profesional, karena langsung bertanggung jawab kepada kepala negara, sehingga meminimalisir intervensi pihak lain.

 

  1. Mandat Konstitusi Dan Tanggung Jawab kepada Rakyat:

Polri tetap bertanggung jawab kepada rakyat melalui Presiden, sejalan dengan mandat konstitusi untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang maksimal.

 

  1. Koordinasi Keamanan:

Struktur ini dinilai mempermudah koordinasi dalam menjaga stabilitas keamanan dalam negeri, yang sangat krusial bagi keberlanjutan pembangunan.

 

Pandangan ini didukung dengan argumen bahwa Polri harus mampu beradaptasi dengan perkembangan ancaman keamanan modern, di mana komando langsung di bawah Presiden dianggap dapat mempercepat pengambilan keputusan strategis dalam situasi krusial.

Berdasarkan perkembangan terbaru perjanuari 2026, wacana reposisi Polri di bawah kementerian telah ditolak, dan disepakati bahwa Polri tetap berada langsung di bawah Presiden. Berikut adalah poin-poin utama berdasarkan situasi terkini:

 

Kesepakatan Kelembagaan (2026):

Komisi III DPR RI, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan berbagai elemen masyarakat sepakat dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bahwa posisi Polri di bawah langsung Presiden adalah bentuk penguatan sistem keamanan nasional yang demokratis, bukan di bawah kementerian.

 

Amanat Konstitusi:

Kedudukan ini dianggap sudah sesuai dengan amanat reformasi dan konstitusi (Pasal 30 ayat 4 UUD 1945), di mana Polri bertugas sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.

 

Netralitas dan Profesionalisme:

Pihak-pihak yang mendukung, termasuk akademisi (seperti Prof. I Gde Pantja Astawa), berpendapat bahwa posisi di bawah presiden justru menjaga independensi Polri dari intervensi politik kementerian, sehingga Polri dapat tetap profesional, netral, dan bertanggung jawab kepada rakyat melalui Presiden.

 

Reformasi Polri:

DPR menegaskan bahwa reformasi Polri akan terus dilakukan dengan penguatan pengawasan internal (Propam, Inspektorat) dan perbaikan kultural, daripada mengubah struktur kelembagaan menjadi di bawah kementerian.

 

Penolakan Posisi di Bawah Kementerian:

Kapolri menegaskan bahwa menempatkan Polri di bawah kementerian sama saja dengan melemahkan institusi, negara, dan presiden.

 

Para Tokoh Pimpinan Ormas BMPBB ini sepakat bahwa dukungan terhadap Polri harus dibarengi dengan penguatan profesionalisme, netralitas, transparansi, serta penghormatan terhadap hukum dan hak asasi manusia. Mereka juga mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa.

 

Dengan Adanya Dukungan lintas elemen tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri sebagai institusi negara yang bertugas menjaga keamanan, ketertiban, dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(*)

Beri Komentar Anda