Selasa, 14 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Harga Emas Antam Turun Rp31.000 per Gram Hari Ini

Batangan emas Antam dengan logo resmi di atas meja perdagangan investasi
Batangan emas Antam dengan logo resmi di atas meja perdagangan investasi. (Ilustrasi: AI)

Untuk denominasi populer seperti emas 1 gram, penurunan ini berarti selisih Rp31.000 per unit. Sementara untuk pembelian emas 10 gram, investor dapat menghemat Rp310.000 dibandingkan harga sehari sebelumnya. Bagi pembeli emas batangan 100 gram, selisih harga mencapai Rp3,1 juta.

Perlu dicatat bahwa harga jual kembali (buyback) emas Antam biasanya lebih rendah dari harga beli. Spread atau selisih ini menjadi pertimbangan penting bagi investor yang merencanakan likuiditas jangka pendek. Namun untuk holding jangka panjang, spread ini umumnya tertutupi oleh apresiasi harga emas.

Harga emas perhiasan juga ikut terpengaruh oleh pergerakan harga emas batangan Antam. Meski harga perhiasan mencakup ongkos pembuatan dan margin toko, penurunan harga bahan baku emas memberikan ruang negosiasi lebih besar bagi konsumen.

Faktor Penggerak Penurunan Harga

Beberapa faktor fundamental dan teknikal mempengaruhi penurunan harga emas Antam. Di level global, harga emas dunia mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS terhadap mata uang utama dunia. Indeks dolar yang menguat membuat emas denominasi dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli non-AS, menurunkan permintaan global.

Sentimen pasar komoditas global juga berperan. Ketika investor mengalihkan dana ke aset berisiko seperti saham atau cryptocurrency, logam mulia seperti emas mengalami outflow modal. Fenomena risk-on sentiment ini biasanya terjadi saat data ekonomi menunjukkan optimisme pertumbuhan.

Di sisi domestik, stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi variabel penting. Meski harga emas dunia turun, jika rupiah melemah tajam, harga emas Antam tetap bisa naik karena komponen impor dan harga berbasis dolar. Namun pada periode ini, rupiah relatif stabil sehingga penurunan harga global langsung ditransmisikan ke pasar domestik.

Faktor teknikal seperti profit-taking dari investor yang membeli di level lebih rendah juga berkontribusi. Setelah periode kenaikan harga, sebagian investor memilih merealisasikan keuntungan, menciptakan tekanan jual di pasar spot.

Kebijakan moneter bank sentral global, terutama Federal Reserve AS, juga mempengaruhi arah pergerakan emas. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi membuat obligasi dan instrumen pendapatan tetap lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan yield.

Halaman:123Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda