Selasa, 14 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Viral! Kerbau Mirip Donald Trump Terselamatkan dari Qurban

Kerbau bernama Donald Trump dengan ciri fisik unik di kebun binatang Indonesia
Kerbau bernama Donald Trump dengan ciri fisik unik di kebun binatang Indonesia. (Ilustrasi: AI)

Seekor kerbau yang diberi nama Donald Trump karena kemiripan fisiknya dengan mantan Presiden Amerika Serikat mengalami nasib tak terduga pada Idul Adha 2025. Hewan yang sempat viral di media sosial Indonesia ini batal disembelih sebagai hewan kurban dan justru mendapat ‘grasi’ untuk menghabiskan sisa hidupnya di kebun binatang.

Keputusan untuk menyelamatkan kerbau ini mencerminkan fenomena menarik di era digital, di mana popularitas dan daya tarik visual sebuah hewan bisa mengubah takdirnya. Kasus ini bukan yang pertama di Indonesia—tahun-tahun sebelumnya, beberapa hewan kurban dengan penampilan unik juga mendapat perhatian serupa dari publik.

Pemindahan kerbau Donald Trump ke kebun binatang menimbulkan perdebatan tentang bagaimana media sosial memengaruhi praktik keagamaan tradisional dan hubungan manusia dengan hewan kurban. Di satu sisi, ini menunjukkan kepedulian terhadap hewan individual; di sisi lain, memunculkan pertanyaan tentang konsistensi dalam memilih hewan mana yang ‘pantas’ diselamatkan.

Asal-usul Kerbau yang Viral

Kerbau ini pertama kali menarik perhatian publik beberapa pekan sebelum Idul Adha karena penampilannya yang dianggap mirip dengan Donald Trump, mantan Presiden AS ke-45. Kemiripan tersebut terutama terletak pada warna bulu kepalanya yang kekuningan menyerupai rambut khas Trump, serta ekspresi wajah yang dianggap mengingatkan pada tokoh kontroversial tersebut.

Pemilik hewan ini, yang awalnya bermaksud menjadikannya sebagai hewan kurban, mulai membagikan foto dan video kerbau tersebut di media sosial. Konten tersebut dengan cepat menyebar luas, memicu gelombang komentar, meme, dan pembahasan di berbagai platform digital.

Nama ‘Donald Trump’ kemudian secara resmi diberikan kepada kerbau ini oleh pemiliknya, mengkapitalisasi tren viral tersebut. Fenomena penamaan hewan kurban dengan nama tokoh terkenal bukanlah hal baru di Indonesia—praktik serupa pernah terjadi dengan hewan-hewan kurban lain yang diberi nama figur publik untuk menarik perhatian atau sebagai bentuk ekspresi humor masyarakat.

Dalam budaya Indonesia, hewan kurban umumnya dipilih berdasarkan kualitas fisik dan kesehatan, bukan penampilan yang unik atau menghibur. Namun era media sosial telah mengubah dinamika ini, di mana nilai ‘viral’ bisa menambah atau bahkan mengalihkan fungsi hewan tersebut dari tujuan aslinya.

Halaman:1234Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda