Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Ketegangan AS-Iran Memanas: Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Ilustrasi ketegangan militer AS-Iran di Selat Hormuz dengan kapal perang
Ilustrasi ketegangan militer AS-Iran di Selat Hormuz dengan kapal perang. (Ilustrasi: AI)

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali mencuat, mengingatkan dunia pada siklus konflik yang telah berlangsung puluhan tahun. Di tengah dinamika geopolitik global yang melibatkan aktor-aktor besar seperti Rusia dan China, eskalasi di kawasan Timur Tengah ini membawa implikasi luas bagi stabilitas regional dan ekonomi global.

Konflik terbaru ini muncul dalam konteks yang kompleks, melibatkan berbagai kepentingan strategis dan aliansi internasional yang semakin rumit. Pertanyaan krusial kini adalah: seberapa jauh konflik ini akan berkembang, dan apa yang bisa menghentikannya?

Akar Konflik: Sejarah Panjang Ketegangan AS-Iran

Hubungan AS-Iran telah diwarnai ketegangan sejak Revolusi Islam 1979 yang menggulingkan Shah Mohammad Reza Pahlavi, sekutu dekat Washington. Krisis sandera Kedubes AS di Teheran pada 1979-1981 menjadi titik balik yang menandai dimulainya era permusuhan berkepanjangan antara kedua negara.

Konflik ini mengalami berbagai fase eskalasi dan de-eskalasi. Pada 2015, pemerintahan Obama berhasil mencapai kesepakatan nuklir JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action) yang membatasi program nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi. Namun pada 2018, pemerintahan Trump menarik diri dari kesepakatan tersebut dan menerapkan kembali sanksi maksimum terhadap Iran.

Penarikan AS dari JCPOA memicu serangkaian insiden di kawasan Teluk Persia, termasuk serangan terhadap tanker minyak dan fasilitas minyak Saudi Aramco pada 2019. Puncaknya terjadi pada Januari 2020 ketika AS melakukan serangan drone yang menewaskan Jenderal Qasem Soleimani, komandan pasukan Quds Garda Revolusi Iran, di Baghdad.

Iran membalas dengan serangan rudal terhadap pangkalan militer AS di Irak. Meski tidak ada korban jiwa AS dalam serangan tersebut, insiden ini membawa kedua negara ke ambang perang terbuka. Ketegangan baru sedikit mereda setelah pandemi COVID-19 mengalihkan fokus global.

Dinamika Terkini: Pusaran Aktor Global

Ketegangan terbaru antara AS dan Iran tidak terjadi dalam ruang hampa. Konteks geopolitik global saat ini jauh lebih kompleks dibanding era-era sebelumnya, dengan keterlibatan langsung dan tidak langsung dari kekuatan besar dunia seperti Rusia dan China.

Rusia, yang memiliki kepentingan strategis di Suriah dan hubungan defense cooperation dengan Iran, telah menjadi faktor penyeimbang penting di kawasan Timur Tengah. Moskow secara konsisten menentang kebijakan sanksi AS terhadap Iran dan telah meningkatkan kerja sama militer dengan Teheran, termasuk penjualan sistem pertahanan udara canggih.

Halaman:12345Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda