Sabtu, 30 Mei 2026 WIB
BREAKING
✨ AVAILABLE NOW
Promo Brand Anda di Sini
Tarif terjangkau, jangkauan maksimal. Tarif khusus untuk advertiser pertama.
💬 Konsultasi Gratis →
BERITA

Jalan Lenteng Agung Amblas Kini Bisa Dilalui Pakai Pelat Besi

Jalan amblas Lenteng Agung ditutup pelat besi sementara kendaraan melintas
Jalan amblas Lenteng Agung ditutup pelat besi sementara kendaraan melintas

Jakarta Selatan kembali dihadapkan pada tantangan infrastruktur jalan yang serius. Ruas Jalan Raya Lenteng Agung yang mengalami amblas parah hingga menimbulkan lubang besar dan sempat membuat seorang pengendara motor terperosok, kini mulai bisa dilalui kembali setelah petugas memasang pelat besi sebagai solusi darurat. Kejadian ini menyoroti kondisi infrastruktur jalan di Jakarta yang masih rentan dan membutuhkan penanganan serius.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (29/5/2026) pukul 15.24 WIB, Jalan Lenteng Agung arah Depok sudah dapat dilalui di ketiga lajurnya. Sebelumnya, ruas jalan ini hanya bisa dilalui melalui satu jalur saja, menyebabkan kemacetan parah di sekitar wilayah Jagakarsa dan Srengseng Sawah. Pemasangan pelat besi di atas lubang amblas memungkinkan kendaraan kembali melintas, meskipun dengan kecepatan terbatas.

Kronologi Peristiwa dan Evakuasi Korban

Insiden ini bermula pada dini hari Jumat ketika tanah di Jalan Raya Lenteng Agung, tepatnya di RT 7 RW 2, Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, tiba-tiba amblas dan membentuk lubang cukup besar di tengah jalan. Kondisi ini sangat berbahaya bagi pengendara, terutama dalam kondisi gelap dan tanpa penerangan yang memadai.

🎯 SPOT IKLAN PREMIUM
Jangkau Ribuan Pembaca Setia
JournalArta dibaca harian oleh warga Babel & nasional. Iklan Anda dilihat audience aktif.
💼 Pasang Iklan →

Seorang pengendara sepeda motor menjadi korban yang terperosok ke dalam lubang tersebut. Kejadian ini langsung dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran untuk permohonan bantuan evakuasi darurat. Kasudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengonfirmasi bahwa laporan diterima pukul 04.15 WIB.

Tim damkar segera menuju lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban yang terjebak bersama kendaraannya. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi lubang yang cukup dalam dan tidak diketahui struktur tanah di bawahnya. Untungnya, korban berhasil dievakuasi dengan selamat meskipun mengalami trauma akibat kejadian tersebut.

Respons Cepat Instansi Terkait

Setelah evakuasi korban berhasil dilakukan, berbagai instansi terkait langsung berkoordinasi untuk menangani situasi darurat ini. Petugas dari Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Perhubungan (Dishub), serta Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

Solusi cepat yang diambil adalah memasang pelat besi di atas lubang amblas sebagai penutup sementara. Langkah ini memungkinkan jalan kembali dapat dilalui sambil menunggu penanganan permanen. Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, menyatakan bahwa tujuan pemasangan pelat besi ini adalah agar lalu lintas bisa mengalir kembali dan mengakomodasi masyarakat yang ingin menuju arah Depok.

Sejumlah petugas kepolisian dan Dishub ditempatkan di lokasi untuk mengatur lalu lintas. Kehadiran mereka penting untuk memastikan kendaraan melintas dengan aman melewati area yang telah ditutup pelat besi, serta mencegah kecelakaan lebih lanjut. Meski jalan sudah bisa dilalui, kendaraan tetap harus melaju dengan perlahan saat melewati area tersebut demi keamanan.

Kemacetan Masih Terjadi Meski Jalan Dibuka

Meskipun ketiga lajur Jalan Lenteng Agung arah Depok sudah bisa dilalui, kemacetan masih terjadi di sekitar lokasi. Hal ini disebabkan oleh kendaraan yang melambat secara signifikan saat melewati area yang ditutupi pelat besi. Para pengemudi cenderung berhati-hati dan mengurangi kecepatan karena khawatir dengan kondisi jalan di bawah pelat tersebut.

Kondisi ini menciptakan bottleneck atau kemacetan titik di ruas jalan yang sebelumnya sudah padat. Wilayah Lenteng Agung memang dikenal sebagai salah satu jalur utama penghubung Jakarta Selatan dengan Depok, sehingga volume kendaraan yang melintas cukup tinggi, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Kehadiran petugas di lokasi membantu mengatur arus lalu lintas, namun perlambatan tetap tidak dapat dihindari sepenuhnya. Pengendara diminta untuk bersabar dan tetap waspada saat melewati area tersebut. Pihak berwenang juga mengimbau pengguna jalan untuk mencari rute alternatif jika memungkinkan guna mengurangi kepadatan di sekitar lokasi amblas.

Penyebab Amblas dan Urgensi Penanganan Permanen

Meski belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti tanah amblas di Jalan Lenteng Agung, kondisi ini kemungkinan besar terkait dengan masalah drainase bawah tanah atau erosi tanah akibat aliran air. Jakarta Selatan, terutama wilayah Jagakarsa dan sekitarnya, memiliki topografi yang cukup kompleks dengan sistem drainase yang saling terhubung.

Keberadaan saluran air bawah tanah yang rusak atau bocor dapat menyebabkan pengikisan tanah secara perlahan, hingga akhirnya membentuk rongga yang kemudian ambles. Fenomena serupa pernah terjadi di beberapa titik di Jakarta, menandakan perlunya audit menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur bawah tanah di berbagai wilayah ibu kota.

Pemasangan pelat besi memang merupakan solusi cepat yang efektif untuk membuka kembali akses jalan, namun ini hanya bersifat sementara. Penanganan permanen diperlukan untuk memastikan keamanan jangka panjang. Dinas Bina Marga dan Dinas SDA perlu melakukan investigasi mendalam untuk mengidentifikasi akar masalah, memperbaiki struktur tanah dan drainase yang rusak, serta merekonstruksi jalan dengan fondasi yang lebih kuat.

Implikasi bagi Keamanan Infrastruktur Jakarta

Kejadian amblas di Jalan Lenteng Agung ini menambah daftar panjang masalah infrastruktur jalan di Jakarta yang memerlukan perhatian serius. Kasus-kasus serupa di berbagai wilayah menunjukkan bahwa sistem pemeliharaan dan pengawasan infrastruktur jalan masih perlu ditingkatkan secara signifikan.

Bagi masyarakat Jakarta Selatan, khususnya yang rutin melewati Jalan Lenteng Agung, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat berkendara. Kondisi jalan yang tampak baik di permukaan belum tentu aman di struktur bawahnya. Pemerintah daerah perlu melakukan pemetaan dan pemantauan rutin terhadap ruas-ruas jalan yang berisiko mengalami amblas.

Ke depan, investasi untuk perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur jalan harus menjadi prioritas. Teknologi modern seperti ground penetrating radar dapat digunakan untuk mendeteksi rongga atau kerusakan di bawah permukaan jalan sebelum terjadi amblas. Langkah preventif ini jauh lebih efisien dibandingkan harus melakukan perbaikan darurat yang mengganggu mobilitas ribuan pengguna jalan.

Sementara petugas terus berjaga di lokasi dan monitoring kondisi jalan dilakukan secara berkelanjutan, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas saat melewati area Jalan Lenteng Agung. Penanganan permanen diharapkan dapat segera dilakukan agar ruas jalan strategis ini kembali aman dan nyaman untuk dilalui tanpa risiko kecelakaan serupa terulang di masa mendatang.

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
🎯 SPOT IKLAN PREMIUM
Jangkau Ribuan Pembaca Setia
JournalArta dibaca harian oleh warga Babel & nasional. Iklan Anda dilihat audience aktif.
💼 Pasang Iklan →

📝 Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar akan ditinjau sebelum tampil.