Tiga atlet panjat tebing Indonesia berhasil menembus putaran final nomor speed putri World Climbing Series Madrid 2026 setelah tampil impresif di babak kualifikasi, Minggu. Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Sallsabillah, dan Berthidgna Devi Surya Kusuma menjadi harapan Indonesia meraih medali di Spanyol setelah hasil mengecewakan di seri Wujiang, China, beberapa waktu lalu.
Lolosnya ketiga atlet ke 16 besar menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk membuktikan bahwa tim nasional panjat tebing tetap kompetitif di kancah internasional, meski harus bersaing dengan 48 atlet dari berbagai negara.
Pencapaian di Babak Kualifikasi
Desak Made Rita Kusuma Dewi tampil paling konsisten di antara tiga wakil Indonesia. Atlet asal Bali ini berhasil menempati peringkat keempat dengan catatan waktu terbaik 6,58 detik di jalur B, meski sedikit lebih lambat dengan 7,81 detik di jalur A. Performa ini menempatkannya sebagai salah satu favorit untuk memperebutkan podium di babak final.
Rajiah Sallsabillah dari Banten menempati urutan kesembilan dengan catatan waktu 6,81 detik di jalur B, tetapi kemudian mencatat 9,24 detik di jalur A. Meski ada perbedaan signifikan antara dua jalur, posisi kesembilan tetap memberikan peluang besar bagi Rajiah untuk meraih medali jika ia mampu memperbaiki performa di babak eliminasi.
Sementara Berthidgna Devi Surya Kusuma menutup peringkat 16 besar dengan catatan 8,28 detik di jalur A dan 7,07 detik di jalur B. Meski berada di posisi terbawah dari atlet yang lolos, pencapaian ini tetap penting mengingat ketatnya persaingan dengan puluhan atlet papan atas dunia.
Konteks Kompetisi dan Signifikansi
World Climbing Series Madrid 2026 merupakan salah satu seri kompetisi panjat tebing paling bergengsi di dunia. Nomor speed, yang mengandalkan kecepatan atlet menaklukkan dinding setinggi 15 meter, menjadi cabang dengan kompetisi terketat karena perbedaan waktu antar atlet sering kali hanya dalam hitungan sepersekian detik.
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengirim total tiga atlet untuk sektor speed putri di Madrid, yang ketiganya berhasil lolos ke putaran final. Ini menjadi capaian penting setelah seri Wujiang di China tidak membuahkan hasil memuaskan, di mana hanya Desak Made yang meraih medali sebagai satu-satunya peraih podium Indonesia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.