Jumat, 17 Juli 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

AS Selidiki Dugaan Rudal Portabel China Jatuhkan F-15

Ilustrasi investigasi militer AS terhadap rudal portabel yang diduga menembak jatuh F-15
(Ilustrasi: AI)

Amerika Serikat tengah membuka penyelidikan mendalam setelah muncul dugaan kuat bahwa Iran menggunakan rudal portabel anti-pesawat buatan China dalam insiden jatuhnya jet tempur F-15 milik Angkatan Udara AS. Kasus ini bukan sekadar insiden militer biasa—ia membuka pertanyaan serius tentang transfer senjata, aliansi geopolitik, dan kemampuan teknologi persenjataan China yang kini beredar di tangan aktor-aktor di Timur Tengah.

Insiden jatuhnya F-15 tersebut menjadi sorotan internasional ketika analisis awal mengarah pada kemungkinan penggunaan sistem rudal Man-Portable Air-Defense System (MANPADS) buatan China. Jika dugaan ini terbukti, ini akan menjadi konfirmasi publik pertama bahwa senjata canggih China telah digunakan dalam konfrontasi langsung terhadap aset militer Amerika Serikat, memicu kekhawatiran di kalangan Pentagon dan NATO.

Latar Belakang Insiden dan Konteks Regional

Insiden jatuhnya jet tempur F-15 terjadi di tengah ketegangan yang sudah lama memanas antara Amerika Serikat dan Iran. Meski detail operasional penerbangan tersebut belum sepenuhnya dipublikasikan, sumber-sumber militer AS mengindikasikan bahwa pesawat tersebut sedang menjalankan misi di kawasan yang sering menjadi zona patroli udara koalisi Barat.

F-15, salah satu jet tempur superioritas udara paling andal dalam inventaris militer AS sejak era 1970-an, dikenal karena kemampuan manuver, kecepatan, dan sistem defensifnya yang canggih. Kehilangan pesawat jenis ini dalam kondisi operasional menimbulkan pertanyaan besar: teknologi apa yang mampu menembus pertahanan elektronik dan flare countermeasures yang dimiliki F-15?

Iran sendiri memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan dan memperoleh sistem pertahanan udara, baik melalui produksi domestik maupun transfer dari mitra strategis seperti Rusia dan China. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan militer Iran-China semakin erat, terutama pasca kesepakatan kerjasama strategis 25 tahun yang diteken pada 2021. Kesepakatan tersebut mencakup bidang ekonomi, infrastruktur, hingga pertahanan.

Rudal Portabel China: Teknologi di Balik Dugaan

MANPADS adalah sistem rudal anti-pesawat yang dirancang untuk dibawa dan diluncurkan oleh satu atau dua personel. Senjata ini sangat efektif terhadap pesawat terbang rendah dan helikopter, dan telah menjadi ancaman serius dalam konflik asimetris. China diketahui memproduksi beberapa varian MANPADS, termasuk seri FN (Flying Crossbow) dan QW (Vanguard), yang telah diekspor ke berbagai negara di Afrika, Asia, dan Timur Tengah.

Halaman:123Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda