Selasa, 21 Juli 2026 WIB
BREAKING
HIBURAN

De Bruyne Terbongkar: Conte Paksa Saya Main di Posisi Salah

Kevin De Bruyne tampak frustasi di bangku cadangan Napoli musim 2025-26
Foto: Bryan Berlin / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Musim yang Terhambat: Cedera dan Peran yang Salah

Musim perdana De Bruyne di Italia jauh dari harapan. Ia hanya tampil dalam 21 pertandingan di semua kompetisi, dengan kontribusi lima gol dan empat assist—angka yang sangat jauh dari standar seorang pemain yang pernah mencatatkan 15-20 assist per musim di Premier League. Cedera otot paha belakang yang berulang memperburuk situasi, membuat ia absen dalam periode penting dan mengganggu ritme permainannya.

Namun lebih dari cedera, De Bruyne menyoroti masalah penempatannya dalam tim. “Saya tak pernah benar-benar bisa bermain di posisi saya. Begitulah adanya,” katanya. Di Manchester City di bawah Pep Guardiola, De Bruyne sering beroperasi sebagai advanced playmaker atau inside forward dari sisi kanan, dengan kebebasan untuk drift ke tengah dan menciptakan peluang. Di sistem Conte, ia lebih sering ditarik mundur atau ditempatkan dalam peran yang lebih terbatas, kehilangan area lapangan tempat ia paling berbahaya.

“Saya selalu memberikan yang terbaik. Saya bermain cukup banyak, bahkan setelah cedera, jadi bagi saya, semuanya sebenarnya baik-baik saja,” tambahnya, mencoba menunjukkan profesionalitasnya meski jelas tidak puas dengan situasi. Pernyataan ini mencerminkan dilema seorang pemain bintang yang tetap berusaha berkontribusi meski berada dalam sistem yang tidak memaksimalkan kekuatannya.

“Saya Senang Conte Pergi”: Pengakuan Blak-blakan

Ketika ditanya langsung apakah ia senang dengan kepergian Conte, De Bruyne tidak ragu memberikan jawaban yang jujur dan langsung: “Apakah saya senang Conte pergi? Bagi saya, ya. Sejauh yang saya ketahui, ia tidak perlu bertahan.” Pernyataan ini luar biasa berani mengingat Conte baru saja membawa Napoli finis kedua di Serie A—pencapaian yang oleh banyak pihak dianggap sukses mengingat kompetisi ketat dengan Inter, Juventus, dan AC Milan.

Namun bagi De Bruyne, kesuksesan tim tidak menutupi pengalaman pribadinya yang kurang memuaskan. Ia mengindikasikan bahwa atmosfer di balik layar menjadi sulit, khususnya bagi pemain dengan gaya bermain seperti dirinya. Hubungan antara jenius kreatif dan pelatih disiplin memang sering kali penuh ketegangan—pola yang terlihat dalam sejarah sepak bola, dari Johan Cruyff dengan Louis van Gaal hingga Paul Pogba dengan José Mourinho.

Halaman:123Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda