Jumat, 17 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Korea Selatan Tertekan: Misi Bangkit dari 3 Kekalahan Beruntun

Tim nasional Korea Selatan berlatih jelang laga penting persahabatan internasional
Foto: Ujishadow / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Korea Selatan akan menjalani ujian mental krusial saat menghadapi Trinidad & Tobago pada Sabtu (31/5/2025) pukul 08.00 WIB, di tengah tekanan luar biasa setelah menderita tiga kekalahan beruntun – situasi terburuk mereka sejak Juni 2018. Pertandingan persahabatan ini menjadi momen kritis bagi tim asuhan pelatih Hong Myung-bo untuk memulihkan kepercayaan diri jelang kampanye Piala Dunia 2026.

Rentetan kekalahan Korea Selatan dimulai Maret lalu dengan dua hasil mengecewakan. Mereka kemudian dibantai 0-3 oleh Pantai Gading pada 28 Maret, mengakhiri tren tiga kemenangan beruntun. Hanya beberapa hari kemudian, tim berjuluk Taegeuk Warriors ini kembali takluk tipis dari Austria, memperlihatkan masalah mendasar menjelang putaran final.

Tekanan Jelang Piala Dunia 2026

Kepentingan pertandingan ini melampaui sekadar statistik. Korea Selatan tergabung dalam Grup A Piala Dunia bersama Afrika Selatan, Republik Ceko, dan tuan rumah bersama Meksiko. Target mereka ambisius: melampaui pencapaian babak 16 besar pada edisi 2022 di Qatar.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Korea Selatan membutuhkan fondasi mental solid. Kemenangan atas Trinidad & Tobago – tim yang secara kualitas jauh di bawah mereka – bukan soal prestise, melainkan kebutuhan psikologis mendesak untuk mengembalikan ritme dan kepercayaan diri skuad yang dipimpin kapten Son Heung-min.

Lawan dalam Krisis Lebih Dalam

Trinidad & Tobago hadir sebagai sparring partner ideal. Tim asuhan pelatih Dwight Yorke ini telah mengucapkan selamat tinggal pada mimpi Piala Dunia setelah finis ketiga Grup B kualifikasi dengan hanya 7 poin dari 6 putaran.

Performa perwakilan Karibia ini terus anjlok sejak kegagalan kualifikasi. Mereka kalah dalam tiga pertandingan terakhir, termasuk dua kekalahan beruntun melawan Venezuela dan Gabon di FIFA Series Maret lalu. Statistik lebih luas menunjukkan krisis mendalam: hanya imbang dan kalah dalam 12 dari 13 pertandingan terakhir sepanjang tahun ini (6 kekalahan, 6 hasil imbang).

Catatan Pertemuan dan Prediksi Taktik

Ini baru pertemuan kedua kedua negara dalam sejarah. Pertemuan pertama terjadi Juli 2004 di Seoul, berakhir imbang 1-1 setelah gol Cha Du-ri dibalas Jason Scotland. Jeda 22 tahun membuat referensi head-to-head hampir tidak relevan mengingat perbedaan kualitas skuad saat ini.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda