Jumat, 17 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Wembanyama Buktikan Kepemimpinan di Usia 22, Shai SGA Memudar

Viktor Wembanyama merayakan kemenangan Spurs di playoff NBA 2026 melawan Thunder
Viktor Wembanyama merayakan kemenangan Spurs di playoff NBA 2026 melawan Thunder. (Ilustrasi: AI)

Menariknya, Spurs justru semakin menjauh di paruh kedua saat Wembanyama beristirahat di bangku cadangan. Tim mencatatkan laju 11-0 dan membangun keunggulan hingga 21 poin. Ini bukan kebetulan—para pemain lain termotivasi oleh energi yang ditularkan sang bintang muda. “Kami bermain bersama. Kami saling mengumpan dan mempercayai rencana permainan seperti biasa,” kata Wembanyama dengan sederhana.

Duo guard muda Spurs, Dylan Harper (18 poin) dan Stephon Castle (17 poin), menjadi eksekutor laju impresif di paruh kedua. Wembanyama berperan sebagai katalis—membuka jalan, menciptakan ruang, dan menginspirasi. Pelatih Mitch Johnson menyadari betapa istimewanya kombinasi ini. “Dia baru 22 tahun, tetapi semangat dan keinginannya untuk berada di garis depan, memikul tanggung jawab, saya tidak tahu harus berkata apa lagi. Dia nyaman dengan semua itu,” ujar Johnson.

Menurut data ESPN, Wembanyama dengan usia 22 tahun 144 hari menjadi pemain termuda yang mampu mengombinasikan 25 poin dan 10 rebound dalam laga eliminasi playoff. Lebih impresif lagi, ia telah menjadi pemain kelima dalam sejarah NBA yang berhasil mencetak setidaknya 350 poin dan 150 rebound dalam penampilan pertama di playoff—pencapaian yang dicapainya musim ini.

Kontras dengan Memudarnya Pengaruh Shai Gilgeous-Alexander

Di sisi berlawanan lapangan, megabintang Oklahoma City Thunder, Shai Gilgeous-Alexander, mengalami malam yang akan ingin ia lupakan. Pemain yang baru saja meraih gelar MVP untuk kedua kalinya secara berturut-turut itu hanya mencetak 15 poin dengan akurasi tembakan yang mengecewakan: 6 dari 18 percobaan, termasuk 0 dari 5 tembakan tiga angka.

Lebih mengkhawatirkan bagi Thunder, ini adalah laga keempat beruntun Shai mencatat akurasi tembakan di bawah 40 persen—tren buruk yang tidak pernah dialaminya sejak musim 2021-22. Kontras mencolok terjadi dengan performa normalnya: ketika akurasi tembakannya di atas 50 persen, Shai selalu mampu menghasilkan lebih dari 30 poin.

Stephon Castle, guard muda Spurs yang ditugaskan menjaga Shai secara khusus di gim keenam, berhasil membatasi sang MVP dengan efektif. Shai hanya memasukkan satu dari tujuh percobaan tembakan saat dikawal Castle. Bahkan keahlian khasnya memancing pelanggaran pun tumpul—ia hanya mendapatkan tiga tembakan bebas sepanjang laga.

Halaman:123Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda