Selasa, 21 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Luxembourg vs Italia: Era Baru Gli Azzurri Pasca Kegagalan Piala Dunia 2026

Skuad muda timnas Italia berlatih di Coverciano menjelang laga uji coba Luxembourg
(Ilustrasi: AI)

Timnas Italia akan menapaki babak baru dalam sejarah sepak bola mereka saat bertandang ke markas Luxembourg dalam pertandingan persahabatan pada Kamis (4/6) dini hari pukul 01.45 WIB. Laga ini bukan sekadar uji coba biasa, melainkan momen emosional bagi Gli Azzurri yang baru saja menelan kepahitan gagal lolos ke putaran final Piala Dunia 2026—kegagalan ketiga berturut-turut yang mencoreng reputasi empat kali juara dunia tersebut.

Kekalahan dari Bosnia dan Herzegovina di babak playoff menjadi titik nadir dalam catatan kelam Italia. Sebagai satu-satunya mantan juara dunia yang absen di tiga edisi Piala Dunia secara beruntun, tekanan publik dan media mendorong Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) melakukan pergantian di kursi kepelatihan. Gennaro Gattuso yang gagal membawa tim lolos akhirnya digantikan Silvio Baldini sebagai pelatih interim dengan mandat membangun fondasi baru sebelum UEFA Nations League dimulai musim gugur mendatang.

Latar Belakang: Dari Kejayaan ke Krisis Identitas

Italia pernah berjaya sebagai kekuatan sepak bola Eropa dengan empat trofi Piala Dunia—terakhir pada 2006 di Jerman ketika mereka mengalahkan Prancis di final Berlin. Namun, sejak kegagalan lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia, Gli Azzurri mengalami krisis identitas yang berkepanjangan. Kegagalan serupa terulang pada edisi 2022 di Qatar, dan kini 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Pola yang sama terlihat: tim bergantung pada generasi pemain yang menua tanpa regenerasi yang terencana dengan baik. Liga Serie A yang dulu menjadi gudang talenta kini kalah bersaing dengan liga-liga top Eropa lainnya dalam menghasilkan pemain muda berkualitas internasional. Ketergantungan pada beberapa nama bintang seperti Gianluigi Donnarumma dan Marco Verratti tidak cukup menutupi kelemahan struktural di lini tengah dan serangan.

Kegagalan di babak playoff melawan Bosnia menunjukkan kelemahan mendasar: ketidakmampuan mencetak gol di momen krusial dan ketergantungan berlebihan pada strategi defensif yang sudah ketinggalan zaman. Kritik pedas dari media dan mantan pemain seperti Paolo Maldini dan Alessandro Del Piero menyoroti perlunya revolusi total dalam sistem pembinaan sepak bola Italia, dari akademi hingga timnas senior.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda