JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Putus cinta emang sakitnya kayak dicabut paksa. Tidak ada yang salah sama kamu kalau nangis sampai 3 harian, suka mengurung diri dikamar, tidak nafsu makan, suka stalking medsos mantan, atau bahkan dengerin playlist lagu-lagu galau tanpa henti. Move on itu bukan seperti tombol on/off tapi ada cara biar lukanya cepet kering.
Berikut ini kami rangkum 12 tips agar cepat move on yang realistis. Tidak ada yang nyuruh lupain aja karena itu omong kosong alias bulshit. Kita fokus gimana caranya biar bisa damai dengan keadaan, kemudian keluar dari zona tidak nyaman, dan bangkit lagi.
1. Terima Dulu, Jangan Dipendam
Nangis, kecewa, marah itu normal. Kasih waktu 1-2 minggu buat berduka dengan cara tulis di notes ponsel semua yang kamu rasain. Luapin saja semua yang ada di hati dan pikiran, setelah itu tutup notesnya. Inilah yang dinamakan emotional dumping atau lebih dikenal membuang perasaan biar tidak muter di kepala terus.
2. Jurus No-Contact 30 Hari
Ini jurus yang paling ampuh tapi paling berat untuk dilakukan: Unfollow/blokir semua akses sosmed mantan untuk sementara, hapus chat WA kalau ngak tega tinggal arsipin aja, dan jangan temenan dulu kalau lukanya masih baru. Tujuannya bukan benci tapi ngasih otak kamu waktu buat detox dari dia.
3. Sibukkan Diri = Sibukkan Pikiran
Otak kalau nganggur ujung-ujungnya pasti mikirin mantan. Lebih baik ganti dengan olahraga ringan selama 20 menit misalnya: jalan kaki, push up, shit up, atau jogging. Kemudian cari hobi baru contohnya belajar masak, main gitar, nonton drakor, main game, atau menulis artikel sebab otak kita sangat suka dengan hal-hal baru.
3. Kerja atau Cari Usaha Sampingan
Kalau kita sibuk dipastikan tidak ada waktu buat stalking mantan. Selain tidak ada waktu, cuan atau penghasilan kita juga akan bertambah dari sebelumnya.
4. Putuskan Kontak Sama “Teman Mata-mata”
Teman yang tiap hari ngasih update tentang mantan kamu minta di stop dulu. Bilang baik-baik ke teman mu “Aku lagi fokus healing, jangan kasih info tentang dia dulu ya“. Temen beneran pasti akan mengerti keadaan kita, tapi kalau masih tidak digubris, ya jauhin bila perlu blokir juga kontaknya.
5. Buang/Singkirkan Barang Pemberian Mantan
Buang atau singkirkan barang-barang yang dapat mengingat kenangan kita sama mantan misalnya Foto, Video, Hoodie, Boneka, dan Playlist “kenangan kita”. Ngak usah dibuang ke laut juga, cukup simpan dulu di kardus atau taruh di kolong kasur. 3 bulan kemudian kalau udah lega baru beresin setelah itu kalau dianggap tidak bermanfaat silahkan buang sejauh mungkin.
6. Stop Bandingin Diri Sama Mantan
Dia udah posting foto sama yang baru? Wajar kamu kepikiran hingga mikir “aku kurangnya apa ya”. Perlu diingat, sosmed merupakan highlight reel atau lebih tepatnya menggambarkan kecenderungan orang hanya mengunggah momen-momen terbaik dan paling menyenangkan dalam hidup mereka secara daring. Bisa jadi itu buat manas-manasin kamu agar lebih sakit. Kamu tidak tau dia nangis jam berapa, lebih baik fokus ke diri sendiri dulu.
7. Ngobrol Sama Orang yang Tepat
Curhat ke sahabat yang sangat dipercaya dan peduli sama kita 1 atau 2 orang aja yang bisa dengerin tanpa nge-judge dan banyak drama. Hindari curhat ke 50 grup WA sekaligus, yang ada malah makin capek.
8. Maafin, Bukan Buat Dia tapi Buat Kamu
Memaafin sambil berkata “aku lepasin dendam ini” itu bukan berarti balikan atau dia benar. Lebih tepatnya “Gue maafin kamu karena gue capek bawa luka ini terus“.
9. Bangun Rutinitas Baru
Putus cinta membuat rutinitas kita hancur. Berusaha bangun lagi yang baru contohnya: bangun jam 6 pagi kemudian olahraga, setelah itu lanjut kerja, nonton drakor 1 episode, kemudian tidur jam 11. Rutinitas itu ibarat jangkar biar nggak hanyut ke galau.
10. Coba “Letter That You Won’t Send”
Tulis surat sepanjang mungkin ke mantan. Isinya marah, kecewa, kangen, semua. Setelah selesai, robek/bakar/hapus. Nggak usah dikirim. Ini terapi nulis yang banyak dipakai psikolog.
11. Kasih Waktu 3 Bulan
Realistisnya seperti ini, 50% rasa sakit hilang di 3 bulan pertama kalau kamu konsisten lakuin poin 1-10. Perlu diingat bahwa tidak ada yang instan, semua butuh proses. Harus sabar, punya kemauan, dan tetap teguh sama pendirian. Intinya harus benar-benar sabar sama proses diri sendiri.
12. Kapan Harus Minta Bantuan Profesional
Kalau dalam kurun waktu 2 bulan lebih kamu masih ngak bisa kerja, tidur, atau makan sama sekali, kepikiran nyakitin diri terus, dan ngerasa hidupmu sudah selesai itu tandanya butuh bantuan profesional. Ngobrol atau curhat sama psikolog itu normal, kayak kamu ke dokter kalau lagi demam.
Kesimpulan
Ingat kamu tidak sendiri, kamu masih punya keluarga, teman, sahabat, atau rekan kerja. Move on itu bukan tentang lupa dia, tapi tentang inget dia tanpa sakit lagi. Putus cinta ngajarin kita agar kita kuat lebih dari yang kita kira. Luka ini bakal menjadi cerita dan pelajaran buat hubungan kamu yang lebih sehat lagi kedepannya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.