Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
AI

CCTV AI Terikat Janji: Teknologi yang Dipake Keluarga Davina Buat Pantau Musuh

CCTV AI Terikat Janji
Ilustrasi CCTV AI Terikat Janji. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Sistem keamanan CCTV berbasis kecerdasan buatan (AI) milik keluarga Kusuma menjadi salah satu elemen teknologi paling menonjol dalam sinetron Terikat Janji produksi MNC Pictures yang tayang di RCTI. Bukan sekadar alat perekam biasa, sistem ini dirancang mampu mengenali wajah, mendeteksi perilaku mencurigakan, hingga mengirim peringatan otomatis ke ponsel pemilik rumah.

Kehadiran teknologi ini bukan hiasan. Dalam alur cerita, CCTV AI berulang kali menjadi penentu nasib karakter dari membongkar pengkhianatan, menggagalkan manipulasi bukti, hingga mempersulit misi penyamaran seorang polisi.

Kenapa Keluarga Kusuma Butuh CCTV AI?

Tim kreatif MNC Pictures menjelaskan latar belakang penggunaan sistem canggih ini lewat rilis resmi produksi. Sebagai konglomerat besar, keluarga Kusuma menghadapi ancaman nyata: persaingan bisnis yang keras, upaya sabotase, hingga pencurian benda berharga seperti patung emas Ganesha.

“Sistem keamanan biasa dianggap tidak cukup. Oleh karena itu dipasang CCTV AI yang mampu bekerja secara otomatis dan proaktif, bukan hanya merekam kejadian setelahnya,” demikian penjelasan tim kreatif MNC Pictures, dikutip Kamis (17/6).

Sistem ini aktif memantau siapa saja yang masuk dan keluar kediaman, melacak gerak-gerik individu yang masuk daftar waspada, serta mendeteksi keberadaan orang asing yang tidak terdaftar di database keluarga.

Empat Kemampuan Utama Sistem Ini

Mengacu pada konsep teknologi keamanan nyata tahun 2026, tim produksi merancang sistem CCTV AI di sinetron ini dengan empat fitur inti.

Pertama, pengenalan wajah otomatis. Sistem membedakan anggota keluarga, tamu resmi, dan orang asing termasuk siapa pun yang masuk daftar musuh. Begitu wajah terdeteksi, notifikasi langsung dikirim ke ponsel Novan dan tim keamanan tanpa jeda.

Kedua, analisis perilaku mencurigakan. AI tidak hanya membaca gerakan fisik, tapi juga pola perilaku tak wajar: berdiri terlalu lama di area terlarang, mencoba menutupi wajah, menyentuh brankas atau benda berharga, hingga berjalan sembunyi-sembunyi di malam hari.

Ketiga, akses jarak jauh dan pencarian cepat. Rekaman bisa dipantau kapan saja lewat aplikasi khusus. Sistem juga memungkinkan pencarian berdasarkan nama orang, rentang waktu, atau lokasi spesifik jauh lebih efisien dibanding CCTV konvensional yang memaksa pengguna menonton rekaman berjam-jam.

Keempat, resolusi 4K dengan penglihatan malam. Detail wajah dan benda tetap terlihat tajam meski dalam kondisi minim cahaya, menjadikan rekaman sulit dibantah sebagai bukti.

Tiga Momen Kunci dalam Cerita

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda