SEOUL, JOURNALARTA.COM – Seluruh 2.110 gerai Starbucks di Korea Selatan (Korsel) akan tutup lebih awal serentak pada Senin, 22 Juni 2026, pukul 15.00 waktu setempat. Langkah ini diambil pertama kali dalam 27 tahun operasional sebagai respons atas kontroversi kampanye pemasaran “Tank Day” yang dinilai menghina tragedi berdarah Gwangju 1980.
Penutupan ini berdampak langsung pada lebih dari 23.000 karyawan yang diwajibkan mengikuti pelatihan kesadaran sejarah selama sekitar tiga jam. Gerai kembali beroperasi normal Selasa, 23 Juni 2026 pagi.
Keputusan Resmi Shinsegae Group
Pengumuman datang dari Shinsegae Group, pemegang lisensi tunggal Starbucks di Korea Selatan, melalui siaran pers 15 Juni 2026. Ketua Shinsegae, Chung Yong-jin, secara terbuka meminta maaf dan menyatakan akan ikut menjalani pelatihan bersama karyawan.
“Menutup seluruh gerai lebih awal agar 23.000 lebih karyawan dan jajaran manajemen mengikuti pelatihan kesadaran sejarah dan kepekaan sosial, sebagai bentuk tanggung jawab atas kesalahan serius dalam kampanye pemasaran sebelumnya,” demikian bunyi pernyataan resmi Shinsegae Group yang dikutip pada Rabu (17/6).
Kantor pusat Starbucks Global juga merilis pernyataan terpisah yang menyesalkan insiden ini dan menyatakan dukungan atas langkah perbaikan yang diambil mitra lokalnya.
Asal-usul Kontroversi: Kampanye 5/18 Tank Day
Pemicunya adalah promosi produk yang diluncurkan 18 Mei 2026 untuk rangkaian botol minum besar bernama Tank Series. Tim pemasaran menamai promosi itu “Tank Day” dan mencantumkan tanggal “5/18” sebagai hari diskon khusus.
Bagi masyarakat Korea Selatan, dua hal itu tak bisa dipisahkan dari luka sejarah. Tanggal 18 Mei adalah hari peringatan Tragedi Gwangju 1980 ketika ratusan warga sipil tewas saat tentara dengan tank militer menumpas gerakan pro-demokrasi. Kata “tank” dan angka 5/18 memiliki makna sakral yang sangat dalam.
Publik langsung bereaksi keras. Gerakan boikot menyebar luas. Bahkan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung menyebut promosi itu sebagai tindakan yang “tidak manusiawi dan memalukan”.
AI Jadi Biang Keladi, CEO Dipecat
Investigasi internal perusahaan menemukan bahwa konsep kampanye dihasilkan oleh kecerdasan buatan yang hanya memproses kata “besar” dan “kuat” tanpa mampu memahami konteks sejarah lokal. Proses persetujuan berjalan tanpa pengecekan silang dengan kalender nasional maupun tim hukum.
Lima anggota tim pemasaran dan sejumlah eksekutif dinyatakan lalai. CEO Starbucks Korea, Son Jung-hyun, langsung dicopot pada hari kontroversi pertama kali mencuat ke publik.
Temuan ini menjadi peringatan serius soal risiko penggunaan AI dalam pemasaran tanpa pengawasan manusia yang memahami konteks budaya dan sejarah lokal.
Rincian Penutupan 22 Juni
| Detail | Keterangan |
|---|---|
| Tanggal | Senin, 22 Juni 2026 |
| Waktu tutup | Pukul 15.00 waktu setempat (13.00 WIB) |
| Jumlah gerai | 2.110 lokasi di seluruh Korea Selatan |
| Durasi pelatihan | Sekitar 3 jam |
| Buka kembali | Selasa, 23 Juni 2026 pagi |
| Karyawan terdampak | Lebih dari 23.000 orang |
Dampak ke Bisnis
Starbucks Korea mengakui terjadi penurunan omzet signifikan sejak kontroversi merebak, meski sebagian mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Penutupan serentak ini dilihat sebagai taruhan besar: kehilangan pendapatan satu sore demi memulihkan kepercayaan jangka panjang yang sempat runtuh.
Langkah ini juga menjadi preseden baru di industri ritel bahwa permintaan maaf tanpa tindakan nyata tidak lagi cukup di tengah masyarakat yang semakin kritis terhadap kepekaan sejarah dan budaya.
Sumber: Siaran pers resmi Shinsegae Group (15 Juni 2026), pernyataan Starbucks Global, laporan Reuters, dan BBC News.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.