Rosan juga menyinggung soal kondisi eksternal. Harga minyak dunia sudah turun ke bawah 80 dolar AS per barel. Bagi Indonesia sebagai importir minyak, ini kabar baik karena tekanan pada anggaran subsidi energi berkurang, dan inflasi lebih mudah dijaga.
“Harga minyak juga tadi disampaikan sudah menurun di bawah 80 (dolar AS) dan harapannya ini juga akan memberikan sentimen yang positif terhadap perekonomian kita,” kata Rosan.
Sentimen positif dari harga minyak rendah bisa memperkuat ruang gerak fiskal pemerintah dan secara tidak langsung, memberi Himbara kondisi makro yang lebih kondusif untuk menyalurkan kredit.
Ekonomi Berdikari Jadi Visi
Satu kata yang berulang kali muncul dalam pernyataan Rosan yaitu berdikari. Prabowo ingin ekonomi Indonesia tidak terlalu bergantung pada modal dan lembaga keuangan asing. Bank Himbara adalah instrumen utama untuk mewujudkan itu.
“Yang paling penting juga bahwa perekonomian kita ke depannya harus menjadi perekonomian yang berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri dengan support dan bantuan dari pihak perbankan, terutama perbankan Himbara,” pungkas Rosan.
Pertemuan di Istana ini menjadi sinyal bahwa Prabowo tidak sekadar ingin bank BUMN tumbuh besar di bursa. Ia ingin pertumbuhan itu punya dampak langsung ke denyut ekonomi rakyat dengan risiko yang tetap terukur.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.