Senin, 22 Juni 2026 WIB
BREAKING
BERITA

DEN Percepat Program Nuklir, Babel Kembali Masuk Kandidat PLTN

DEN Percepat Program Nuklir, Babel Kembali Masuk Kandidat PLTN
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia buka Sidang Anggota DEN 2026. Foto: JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Pemerintah resmi mempercepat program energi nuklir nasional, termasuk percepatan pembentukan lembaga implementasi khusus, menyusul meningkatnya tekanan geopolitik global yang mengancam pasokan energi dunia. Langkah ini kembali membuka peluang Bangka Belitung sebagai kandidat lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia.

Keputusan strategis itu diambil dalam Sidang Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) ke-2 dan ke-3 Tahun 2026, yang dipimpin Menteri ESDM sekaligus Ketua Harian DEN, Bahlil Lahadalia, di Jakarta, Kamis (18/6/2026). Dampaknya langsung terasa: Indonesia mulai serius meninggalkan posisi nuklir sebagai opsi terakhir dan menjadikannya bagian dari strategi kedaulatan energi nasional.

Alarm dari Selat Hormuz

Konflik di Timur Tengah jadi pemicunya. Potensi gangguan distribusi minyak melalui Selat Hormuz yang menguasai sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia memaksa pemerintah mengevaluasi seberapa rentan ketahanan energi Indonesia.

Ketergantungan pada energi fosil impor dinilai DEN sebagai celah yang sewaktu-waktu bisa memukul stabilitas ekonomi. Sidang itupun memutuskan tiga hal sekaligus: memperkuat cadangan energi, harmonisasi regulasi penanganan krisis energi, dan percepatan pengembangan energi baru termasuk nuklir.

“Indonesia berhasil melewati berbagai tantangan pada masa transisi dan kini berada pada posisi yang semakin kuat dalam menjaga ketahanan energi nasional,” kata Bahlil usai sidang.

NEPIO Jadi Motor Program Nuklir

Salah satu keputusan terpenting sidang adalah percepatan pembentukan Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPIO). Lembaga ini diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional sebagai motor utama persiapan program nuklir Indonesia.

Ini bukan wacana lagi. NEPIO akan memastikan kesiapan tata kelola, teknologi, keselamatan, regulasi, hingga koordinasi lintas sektor dan semua harus memenuhi standar International Atomic Energy Agency (IAEA). Program nuklir Indonesia resmi masuk fase implementasi konkret.

Bangka Belitung di Peta PLTN Nasional

Bagi Bangka Belitung, keputusan DEN ini punya arti tersendiri. Provinsi kepulauan penghasil timah itu sudah lebih dari satu dekade masuk kajian pemerintah sebagai lokasi potensial PLTN.

Sejumlah penelitian Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kini bergabung ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan kondisi geologi Bangka yang relatif stabil. Jauh dari jalur gunung api aktif, minim aktivitas seismik besar. Kawasan pesisir Kabupaten Bangka Barat khususnya pernah menjadi objek studi intensif.

Stabilitas geologi itu menjadikan Bangka Belitung salah satu kandidat terkuat, bersaing dengan beberapa wilayah lain yang juga sedang dikaji.

Kalau PLTN terealisasi di sini, efeknya bukan sekadar soal listrik. Provinsi ini berpotensi jadi episentrum industri teknologi tinggi nasional dan bisa menarik investasi baru, memperkuat pasokan listrik untuk kawasan hilirisasi mineral, dan menciptakan lapangan kerja berbasis keahlian tinggi yang selama ini masih terbatas di daerah.

Pergeseran Paradigma Energi

Ada perubahan nyata dalam cara pemerintah memandang nuklir. Kalau dulu selalu ditempatkan paling belakang, kini posisinya bergeser jadi solusi strategis untuk dua kebutuhan sekaligus yaitu memenuhi permintaan listrik nasional yang terus tumbuh, sekaligus menekan emisi karbon demi target transisi energi.

Tekanan geopolitik global mempercepat perubahan itu. Indonesia tidak ingin lagi bergantung sepenuhnya pada energi fosil dari pasar internasional yang kian tidak terprediksi.

Jalan masih panjang, masih ada kajian teknis lanjutan, regulasi keselamatan, hingga penerimaan masyarakat di daerah calon lokasi harus dilalui. Tapi fondasi sudah mulai dibangun. Dan dalam peta besar energi nasional itu, Bangka Belitung yang selama ini dikenal sebagai Negeri Serumpun Sebalai kembali disebut sebagai wilayah yang bisa memainkan peran bersejarah.(KBO Babel)

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda