Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Harga Emas Perhiasan Hari ini

Emas batangan Antam Selasa turun lagi Rp15.000 jadi Rp2,630 juta/gr
emas batangan Antam pada Selasa pagi kembali turun Rp15.000 per gram, mengikuti koreksi yang juga terjadi pada hari sebelumnya. Credit: JournalArta. (Ilustrasi: AI)

Aset emas bisa dibeli dalam bentuk fisik, emas digital, atau exchange traded fund (ETF) emas. Pilihan tergantung pada tujuan investasi setiap individu.

Bagi investor yang berorientasi pada perdagangan aktif dan efisiensi biaya transaksi, emas digital atau ETF menjadi pilihan lebih baik karena memiliki selisih harga jual-beli yang lebih kecil. “Kalau tujuannya investasi dan aktif diperjualbelikan, saya pribadi lebih memilih emas digital atau ETF karena spread-nya lebih kecil dan lebih efisien,” kata Djoko.

Namun, emas fisik tetap memiliki nilai tersendiri karena memberikan rasa aman bagi investor yang ingin memiliki aset secara langsung. Kombinasi keduanya dapat menjadi strategi yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Korelasi Saham Emas dengan Harga Emas Dunia Lemah

Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menemukan hal menarik dalam laporannya hari ini. Kinerja saham terkait emas menunjukkan korelasi yang sangat lemah dengan pergerakan harga emas dunia.

Data imbal hasil beberapa saham emas dan harga emas dunia dalam satu tahun terakhir menunjukkan rata-rata korelasi saham emas di Bursa Efek Indonesia (IDX) hanya 0,23 dari 1,00. Saham dengan korelasi tertinggi adalah PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sebesar 0,38, diikuti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 0,23 dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) 0,21. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memiliki korelasi terendah hanya 0,13.

“Meski berlabel saham emas, pergerakannya tidak banyak mengikuti harga emas internasional. Sebaliknya, antarsaham tambang IDX justru saling berkorelasi lebih tinggi (0,5 hingga 0,68), menandakan mereka lebih digerakkan faktor lokal seperti sentimen pasar, regulasi, dan aliran dana domestik,” kata Abida.

Kesimpulannya, memegang saham emas di bursa tidak setara dengan eksposur langsung pada harga emas dunia. “Periksa profil bisnis tiap emiten, sebagian bukan emas murni sehingga korelasinya berbeda. Bila tujuannya mengikuti harga emas, pertimbangkan instrumen yang korelasinya memang tinggi, bukan berasumsi dari label sektor,” tuturnya.

Pasar Saham Indonesia Lebih Menarik Secara Potensi

Meski emas tetap pilihan investasi yang aman, investasi pada pasar saham dan surat utang Indonesia dinilai lebih menarik secara potensi keuntungan jangka panjang.

Djoko mengatakan peluang mendapatkan untung dari akumulasi saham saat ini sangat besar. Hal ini karena valuasi saham dengan fundamental baik yang sangat murah setelah mengalami koreksi cukup dalam. Posisi pasar saham Indonesia berada pada level yang relatif murah dibandingkan rata-rata historis berdasarkan indikator seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan price to earning ratio (PER).

Strategi investasi terbaik tetap pada diversifikasi aset—menggabungkan emas sebagai lindung nilai dengan eksposur saham dan obligasi untuk potensi pertumbuhan. Kombinasi tersebut memungkinkan investor menavigasi ketidakpastian pasar sambil memanfaatkan peluang pertumbuhan jangka panjang.

Halaman:12Semua Halaman

(FI)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda