Senin, 22 Juni 2026 WIB
BREAKING
KEBIJAKAN PUBLIK

Menag Usulkan MUI Beri Penghargaan Internasional bagi Tokoh Muslim Dunia

Menag Nasaruddin Usul MUI Buat Penghargaan Tokoh Muslim Dunia
Foto: Humas Kemenag

JAKARTA, JOURNALARTA.COMMenteri Agama (Menang) Nasaruddin Umar meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) menginisiasi penghargaan bertaraf internasional bagi tokoh Muslim yang berjasa di bidang perdamaian, pendidikan, hingga ekonomi Islam. Usulan ini disampaikannya langsung saat menerima audiensi pimpinan MUI di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Penghargaan semacam ini belum pernah ada. Nasaruddin menilai itu jadi kekosongan nyata bagi banyak profesor, akademisi, dan tokoh umat yang kontribusinya besar tapi tak pernah mendapat apresiasi setara.

“Kita bisa memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh umat yang berjasa. Banyak sekali profesor, akademisi, dan tokoh yang selama ini memberikan kontribusi besar tetapi belum pernah mendapat penghargaan yang layak,” kata Nasaruddin.

Indonesia Punya Modal Kuat

Nasaruddin menyebut Indonesia punya posisi strategis untuk memimpin inisiatif ini. Populasi Muslim terbesar di dunia ada di sini sekitar 240 juta jiwa, namun belum ada forum yang secara konsisten memberi apresiasi kepada tokoh-tokoh umat di level global.

“Umat Islam terbesar di dunia ada di Indonesia. Kita bisa memberi penghargaan kepada tokoh yang berjasa dalam perdamaian, pendidikan, ekonomi Islam, penguatan pemahaman terhadap Al-Qur’an, dan berbagai bidang lainnya,” jelasnya.

Ia juga menyinggung ketahanan ekonomi dan sosial Indonesia di tengah tekanan global sebagai modal tambahan. Bagi Nasaruddin, ketangguhan itu bisa menjadi contoh konkret bagi negara-negara Muslim lain, dan penghargaan ini bisa memperkuat narasi tersebut di panggung internasional.

Usulan ini diharapkan masuk sebagai bagian dari agenda Kongres Umat Islam yang tengah digodok MUI. Kongres itu bukan sekadar pertemuan seremonial β€” di sanalah rekomendasi strategis umat akan dirumuskan.

MUI: Siapa Lagi Kalau Bukan Kita

Wakil Ketua Umum MUI Marsudi Syuhud langsung menyambut gagasan itu. Baginya, ide ini bukan sekadar bagus secara konsep, tapi juga mendesak secara kelembagaan.

“Menurut saya ini ide yang sangat bagus. Siapa lagi yang akan memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh umat kalau bukan kita?” ujar Marsudi.

Kongres Umat Islam sendiri dijadwalkan berlangsung 24–26 Juli 2026, ditutup dengan peringatan Hari Lahir MUI. Sekitar 87 organisasi yang bernaung di bawah MUI akan dilibatkan dalam forum besar itu.

Marsudi menjelaskan, kongres ini dirancang untuk menampung aspirasi umat dari berbagai lini seperti ekonomi, pendidikan, hukum, sampai sosial budaya. Target akhirnya adalah rekomendasi strategis yang bisa memperkuat peran umat dalam pembangunan nasional.

“Kami berharap lahir rekomendasi strategis yang dapat memperkuat peran umat dalam pembangunan nasional sekaligus mendukung agenda kebangsaan,” tutur Marsudi.

Siapa Saja yang Hadir

Audiensi itu dihadiri sejumlah nama penting dari kedua belah pihak. Dari Kemenag hadir Tenaga Ahli Menteri Agama Andi Salman Maggalatung dan Kepala Biro Humas Thobib Al Asyhar. Dari MUI, hadir Ketua Bidang Hukum Wahidudin Adam dan Ketua Bidang Ekonomi Azrul Tanjung.

Pertemuan ini menjadi salah satu langkah awal konkret sebelum Kongres Umat Islam digelar bulan depan. Apakah penghargaan internasional itu akan resmi masuk agenda kongres, masih menunggu keputusan internal MUI tapi sinyal dari kedua pihak sudah cukup terang. (Sumber: Humas Kemenag)

(RE)

πŸ“²
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

πŸ’¬ Follow @journalartanews β†’
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda