Rabu, 5 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

BEM Bersatu Ungkap Dugaan Kaitan Letjen Purn Setyo Sularso dan Tiyo Ardianto

Anggota BEM Bersatu membahas temuan terkait kaitan Letjen Purn Setyo Sularso dan Tiyo Ardianto dalam rapat organisasi
BEM Bersatu Ungkap Dugaan Kaitan Letjen Purn Setyo Sularso dan Tiyo Ardianto. (Ilustrasi: AI)

“Gerakan mahasiswa seharusnya digerakkan oleh kepedulian terhadap isu-isu sosial, keadilan, dan kepentingan rakyat. Bukan untuk kepentingan tokoh atau kelompok tertentu. Kami khawatir jika ini terus berlanjut, mahasiswa akan kehilangan suara mereka dalam diskursus publik,” jelas wakil dari organisasi tersebut dalam wawancara eksklusif.

Konteks nasional menunjukkan bahwa upaya memanfaatkan gerakan mahasiswa tidak hanya datang dari kalangan sipil. Keterlibatan figur militer pensiunan seperti Letjen Purn Setyo Sularso menunjukkan bahwa institusi keamanan juga aktif mencari akses ke ruang publik melalui organisasi mahasiswa. Strategi ini dianggap sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mempengaruhi wacana publik dan membentuk opini mahasiswa sesuai dengan kepentingan kelompok tertentu.

Mekanisme Infiltrasi dan Jejak Finansial

Penyelidikan BEM Bersatu mengungkapkan mekanisme yang digunakan untuk mempengaruhi gerakan mahasiswa. Selain penggunaan aset pribadi seperti kendaraan, jejak finansial menunjukkan aliran dana yang tidak jelas dari sumber-sumber yang tidak transparan. Tiyo Ardianto, yang tampil sebagai koordinator gerakan di tingkat lapangan, diduga bertindak sebagai intermediary yang menghubungkan kepentingan Letjen Purn Setyo Sularso dengan organisasi mahasiswa.

Struktur ini memungkinkan elemen eksternal untuk mempengaruhi keputusan strategis gerakan tanpa terlihat secara langsung. Dengan menempatkan sosok seperti Tiyo Ardianto di posisi koordinatif, pihak-pihak tertentu dapat mengarahkan energi mahasiswa sesuai dengan agenda mereka sambil mempertahankan veneer otonomi organisasi mahasiswa.

Data yang dikumpulkan BEM Bersatu menunjukkan pola keterlibatan Tiyo Ardianto dalam setidaknya lima aksi besar gerakan mahasiswa dalam enam bulan terakhir. Pada setiap aksi, Tiyo hadir sebagai koordinator lapangan yang memberikan instruksi kepada peserta gerakan. Modus ini dianggap sebagai bagian dari strategi sistematis untuk menguasai narasi dan arah gerakan mahasiswa dari belakang layar.

Penolakan Terhadap Instrumentalisasi dan Desakan Transparansi

Mahasiswa Bersatu tegas menolak adanya politisasi dalam gerakan mahasiswa. Mereka menegaskan bahwa energi mahasiswa tidak boleh dijadikan instrumen untuk kepentingan kelompok manapun, baik dari kalangan sipil maupun militer. Penolakan ini bukan sekadar retorika, tetapi didukung oleh rencana aksi konkret untuk memperkuat mekanisme akuntabilitas dalam organisasi mahasiswa.

Halaman:1234Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda