Senin, 6 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Analisa & Prediksi Belgia vs Iran Grup G Piala Dunia 2026: Kekuatan Serangan vs Pertahanan Tangguh

Analisa & Prediksi Belgia vs Iran Grup G Piala Dunia 2026: Kekuatan Serangan vs Pertahanan Tangguh
Ilustrasi pertandingan Belgia vs Iran, pemain kunci Kevin De Bruyne dan Mehdi Taremi. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Belgia menghadapi Iran di Grup G Piala Dunia FIFA 2026, Senin 22 Juni 2026 pukul 02.00 WIB di Los Angeles Stadium, dalam laga yang bisa menentukan siapa yang melaju lebih mulus ke babak 32 besar. Kualitas individu Belgia jauh di atas kertas, tapi Iran bukan tim yang bisa dianggap remeh.

Ini bukan sekadar perbedaan peringkat FIFA peringkat 9 versus 21. Ini soal apakah mesin De Bruyne cs bisa membongkar pertahanan yang memang dirancang untuk tidak kebobolan.

Susunan Pemain dan Formasi

Belgia kemungkinan besar turun dengan formasi 4-2-3-1. Thibaut Courtois menjaga gawang, dengan barisan bek Meunier, Theate, Ngoy, dan De Cuyper. Amadou Onana dan Youri Tielemans mengawal lini tengah, sementara Trossard, De Bruyne, dan Doku beroperasi di belakang Romelu Lukaku.

Iran memilih formasi 4-3-3. Alireza Beiranvand di bawah mistar, dilindungi Khalilzadeh dan Kanaani di jantung pertahanan. Lini tengah diisi Ezatolahi, Razzaghinia, dan Ghoddos, dengan Taremi sebagai ujung tombak diapit Mohebi dan Ghayedi.

Kekuatan dan Celah Masing-Masing Tim

Belgia punya senjata paling mematikan di sayap. Jeremy Doku cepat, impulsif, susah dikawal dan bisa merobek pertahanan mana pun bila sedang dalam mood terbaiknya. Pasangnya, Trossard, lebih teratur tapi sama berbahayanya. De Bruyne tetap jadi jantung kreasi: visi, akurasi umpan, dan kemampuan menembak jarak jauhnya tetap kelas dunia meski sudah tak semuda dulu.

Lukaku? Masih jadi tanda tanya. Mantan bomber Inter Milan itu sempat berkutat dengan masalah kebugaran. Tapi bila fit, ia tetap ancaman nyata di udara dan area penalti.

Titik lemah Belgia ada di koordinasi lini belakang. Ketika menghadapi transisi cepat, bek-bek muda mereka bisa kelabakan.

Iran di sisi lain bermain dengan prinsip berbeda. Mereka tidak datang untuk mendominasi bola rata-rata penguasaan bola mereka hanya sekitar 40%. Mereka bertahan rapat, menunggu, lalu menyerang dengan presisi. Beiranvand adalah tembok terakhir yang bukan sekadar simbolis: ia kiper terbaik Asia dengan naluri penyelamatan luar biasa, terutama untuk tembakan jarak jauh.

Mehdi Taremi punya pengalaman nyata di liga-liga top Eropa. Satu umpan terobosan saja sudah cukup berbahaya untuknya.

Data Pertemuan Sebelumnya

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda