Senin, 22 Juni 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Kisah Hidup Romelu Lukaku yang Jarang Diketahui Publik

Ilustrasi jaring gawang sepak bola yang sunyi mewakili kisah hidup romelu lukaku yang sangat privat
Simak kisah hidup Romelu Lukaku yang penuh perjuangan, mulai dari kemiskinan masa kecil hingga konflik keluarga pasca-kepergian sang ayah. (Ilustrasi: AI)

BRUSSEL β€” Nama Romelu Lukaku lebih sering menghiasi halaman olahraga lewat gol-gol tajamnya di level klub maupun tim nasional Belgia. Bomber bertubuh kekar ini dikenal sebagai salah satu striker paling ditakuti di Eropa. Namun, di balik sorot lampu stadion yang megah, striker kidal ini memilih menutup rapat kehidupan pribadinya dari endusan media massa.

Pemain kelahiran Antwerp ini memang sangat protektif terhadap privasinya. Sikap waspada ini bukan tanpa alasan. Perjalanan hidupnya yang berliku, mulai dari kemiskinan ekstrem di masa kecil hingga konflik keluarga pasca-kepergian sang ayah, membentuk karakter pria keturunan Republik Demokratik Kongo ini menjadi pribadi yang sangat tertutup.

Sisi Privat Kisah Hidup Romelu Lukaku

Menurut laporan Athlon Sports, penyerang bertinggi 191 cm ini sangat membatasi informasi tentang hubungan asmara dan anak-anaknya. Romelu Lukaku diketahui merupakan ayah dari dua anak, Romeo Emmanuel yang lahir pada 2018 dan Jordan Lukaku yang lahir sekitar tahun 2022. Hingga kini, identitas ibu dari anak-anaknya tetap dirahasiakan rapat-rapat dari publik.

Riwayat percintaannya pun jarang terendus media. Hubungan asmara terlamanya yang diketahui publik adalah bersama model asal Belanda, Sarah Mens. Keduanya bertemu di Miami pada 2016 dan menjalin kasih selama lima tahun sebelum akhirnya berpisah. Setelah itu, ia sempat dirumorkan dekat dengan rapper Amerika Serikat, Megan Thee Stallion, saat menghadiri pesta pernikahan di Italia pada 2023, meski kabar tersebut tidak pernah dikonfirmasi oleh kedua belah pihak.

Sebagai figur publik dengan nilai transfer kumulatif yang menembus angka ratusan juta euro sepanjang kariernya di Chelsea, Inter Milan, Manchester United, hingga AS Roma, sorotan konstan adalah makanan sehari-hari. Keputusan untuk memisahkan garis tegas antara performa lapangan hijau dan kehidupan domestik menjadi cara Lukaku menjaga kewarasan mentalnya di tengah gempuran kritik tajam fans dan media Eropa.

Tragedi Kemiskinan dan Konflik Keluarga

Darah sepak bola mengalir kuat di tubuhnya. Sang ayah, Roger Lukaku, merupakan mantan pesepak bola profesional yang pernah membela tim nasional Zaire (sekarang RD Kongo). Ibunya, Adolphine Lukaku, merupakan sosok penting yang menjadi benteng emosional dalam hidupnya sejak kecil.

Masa kecil di Belgia dilalui dengan penuh perjuangan berat. Romelu Lukaku pernah membagikan kisah memilukan saat ia pulang sekolah dan melihat ibunya terpaksa mencampur susu dengan air agar cukup dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga. Pengalaman pahit itu yang kemudian membakar semangatnya untuk sukses di dunia sepak bola demi mengangkat derajat keluarga.

“Saya tahu kami miskin, bukan hanya sekadar tidak punya uang, tapi benar-benar berada di titik terbawah,” kenang Lukaku dalam sebuah wawancara mendalam dengan The Players’ Tribune beberapa waktu lalu. “Momen melihat ibu mencampur air ke dalam botol susu adalah saklar yang mengubah seluruh hidup saya. Saya berjanji pada diri sendiri tidak akan membiarkan ibu hidup seperti itu lagi.”

Namun, hubungan dengan sang ayah tetap menyisakan kisah kompleks. Roger Lukaku meninggal dunia pada September 2025 dalam usia 58 tahun. Kepergian sang ayah menyisakan luka mendalam sekaligus konflik baru yang menguras emosi keluarga besar mereka.

Romelu bersama adiknya, Jordan Lukaku, yang juga berprofesi sebagai pesepak bola profesional, tidak bisa menghadiri pemakaman ayah mereka di Kinshasa, RD Kongo. Keduanya mengungkapkan adanya upaya pemerasan dari oknum lokal di sana. Hal tersebut menghalangi proses repatriasi jenazah sang ayah untuk dipulangkan dan dimakamkan secara layak di Eropa.

Tameng Pelindung di Industri Sepak Bola Modern

Sikap tertutup yang dipilihnya kini menjadi tameng terbaik untuk melindungi orang-orang tercinta dari ketatnya tekanan industri sepak bola modern. Bagi pesepak bola dengan profil sebesar dirinya, setiap detail kecil kehidupan di luar lapangan bisa dengan mudah dipelintir menjadi komoditas berita yang merugikan fokus bertanding.

Keputusan menutup rapat privasi ini terbukti efektif menjaga performanya tetap berada di level tertinggi. Statistik mencatat Lukaku tetap menjadi salah satu pencetak gol paling konsisten di panggung internasional, dengan torehan lebih dari 80 gol untuk Setan Merahβ€”julukan timnas Belgia. Keheningan yang ia ciptakan di luar lapangan adalah modal utamanya untuk tetap berisik lewat gol-gol krusial di dalam stadion.

Perjalanan karir sepak bolanya yang penuh warna masih akan terus berlanjut di atas lapangan hijau. Pada akhirnya, biarlah publik mengenal Lukaku lewat sundulan tajam dan sepakan kaki kiri mematikan miliknya, sementara sisa hidupnya tetap menjadi milik ia dan keluarga kecilnya yang terjaga aman di balik tirai sunyi.

(FI)

πŸ“²
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

πŸ’¬ Follow @journalartanews β†’
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda