Selasa, 23 Juni 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Samsung Kehilangan Mahkota Yang 25 Tahun Bertengger Di Kepalanya

Kapitalisasi pasar Samsung dan chip AI HBM
(Ilustrasi: AI). (Ilustrasi: AI)

JAKARTA β€” kapitalisasi pasar Samsung untuk pertama kalinya tersalip oleh SK Hynix, dan pergeseran itu datang dari ledakan permintaan chip AI, bukan dari pasar ponsel. Dalam hitungan nilai bursa, mahkota yang selama 25 tahun bertahan di kepala Samsung akhirnya berpindah tangan.

Mengutip laporan Reuters, SK Hynix kini bernilai 2.080,4 triliun won atau sekitar US$1,35 triliun. Samsung tercatat di 2.066,7 triliun won, sekitar US$1,34 triliun, dengan catatan saham preferen tidak dihitung. Selisihnya tipis. Tapi dampaknya besar.

Bagi pembaca, ini bukan sekadar perlombaan dua raksasa Korea Selatan. Ini sinyal ke mana uang bergerak, ke mana industri semikonduktor memusatkan tenaga, dan kenapa chip untuk kecerdasan buatan kini jauh lebih berharga ketimbang banyak komponen lain di rantai pasok teknologi.

Kapitalisasi pasar Samsung dan pergeseran kekuatan chip AI

Selama lebih dari seperempat abad, Samsung berdiri sebagai perusahaan publik terbesar di Korea Selatan berdasarkan kapitalisasi pasar. Posisi itu kini direbut SK Hynix, perusahaan yang selama ini identik dengan memori, bukan sorotan utama seperti Samsung Electronics. Pergeseran ini terasa cepat. Sangat cepat.

Pemicunya jelas: permintaan high-bandwidth memory atau HBM melonjak tajam seiring kebutuhan server AI. SK Hynix menjadi pemasok utama HBM, dengan memori mereka dipakai di sistem AI milik NVIDIA, Microsoft, dan Google. Reuters menyebut SK Hynix memegang sekitar 61 persen pangsa pasar HBM. Micron berada di 21 persen, sementara Samsung baru 17 persen.

HBM bukan chip biasa. Jenis memori ini dirancang untuk memindahkan data jauh lebih cepat dibanding DRAM standar, dan itulah yang dicari pusat data AI yang memproses model besar setiap detik. Saat permintaan AI naik, harga dan valuasi perusahaan yang menguasai HBM ikut terdorong. Pasar memberi premi pada kelangkaan. Di sini letak ceritanya.

Dari hampir bangkrut menjadi penguasa HBM

Perjalanan SK Hynix sendiri tidak mulus. Perusahaan itu nyaris bangkrut sebelum masuk ke bawah kendali SK Group. Pada 2002, Hynix bahkan nyaris dijual ke Micron. Setahun kemudian, sahamnya sempat dianggap penny stock, diperdagangkan hanya 135 won atau sekitar US$0,088 per lembar.

Lompatan dari titik serendah itu ke posisi puncak di bursa Korea Selatan memberi pelajaran yang jarang dibahas: investasi teknologi yang tampak sepi saat pasar tidak ramai bisa berbuah besar ketika gelombang baru datang. SK Hynix tetap menggarap HBM ketika pasar memori umum sedang lesu. Analisis yang dikutip Reuters menyebut keberanian itu sekarang terlihat sebagai keputusan strategis yang tepat.

Di industri semikonduktor, momentum sering datang tanpa suara. Pabrik jalan terus. Pengujian jalan terus. Pengiriman jalan terus. Lalu, tiba-tiba, nilai perusahaan melonjak karena jenis produk yang tepat sedang diburu semua pemain besar.

Mengapa HBM membuat SK Hynix unggul

Berbeda dengan banyak chip memori umum yang relatif bisa saling menggantikan, HBM lebih spesifik dan lebih sulit dipasok cepat. Itu sebabnya posisi SK Hynix jadi sangat kuat. Saat penyedia cloud dan produsen chip AI berebut kapasitas, pemasok yang sudah lebih dulu menancapkan kuku di HBM langsung menikmati hasilnya.

Keunggulan itu juga terkait kedisiplinan investasi. SK Hynix terus menambah pengembangan HBM di saat banyak investor justru menekan sektor memori karena pertumbuhan yang lambat. Sekarang, hasilnya terlihat di bursa. Valuasi naik. Posisi tawar ikut naik.

Dan ada efek berantai. Ketika sebuah perusahaan menjadi pemasok utama bagi sistem AI milik raksasa teknologi, pasar membaca bukan hanya pendapatan hari ini, melainkan juga kontrak jangka menengah, kapasitas produksi, dan peluang naiknya margin. Itu yang membuat valuasi chip AI bergerak lebih agresif daripada bisnis memori lama.

Samsung masih memegang kartu penting

Meski disalip di kapitalisasi pasar, Samsung belum kehilangan semua keunggulan. Perusahaan itu masih memimpin di produksi DRAM, wilayah yang tetap penting dalam ekosistem memori. Reuters mengutip estimasi Bank of America yang menyebut SK Hynix diperkirakan memangkas jarak produksi dengan Samsung menjadi 10 persen pada 2028.

Untuk tahun ini, SK Hynix diperkirakan memproduksi hampir 589.000 wafer DRAM, sedangkan Samsung sekitar 691.000 wafer. Artinya, Samsung masih di depan dalam skala produksi. Tapi jaraknya mengecil. Cepat.

Samsung sendiri menyatakan kepada Reuters bahwa kapitalisasi pasar seharusnya dihitung termasuk saham preferen. Jika perhitungan itu dipakai, nilai pasar Samsung disebut mencapai 2.246,4 triliun won atau sekitar US$1,46 triliun. Pernyataan ini penting, karena menunjukkan bahwa cara menghitung nilai perusahaan bisa mengubah peringkat secara signifikan.

Bagi investor, perbedaan metodologi seperti ini bukan detail kecil. Ini menyentuh cara pasar membaca dominasi, likuiditas saham, dan struktur kepemilikan. Bagi publik, poin utamanya tetap sama: perlombaan di chip AI sudah mengubah urutan kekuatan di Korea Selatan.

Apa artinya bagi pembaca dan pasar Asia

Pergeseran ini relevan jauh di luar Korea Selatan. Harga perangkat AI, laptop, server, sampai ponsel premium pada akhirnya ikut dipengaruhi rantai pasok chip. Saat satu pemain menguasai komponen yang sangat dibutuhkan, harga dan kapasitas produksi di seluruh ekosistem ikut terdorong.

Indonesia juga tak kebal dari efek itu. Perusahaan teknologi, penyedia layanan data, sampai pelaku manufaktur elektronik di kawasan ini akan ikut membaca sinyal dari pergeseran valuasi semikonduktor. Jika permintaan HBM terus tinggi, investasi pabrik memori, belanja modal, dan persaingan antar-supplier bakal makin ketat. Kabar baiknya, itu bisa mendorong inovasi. Kabar buruknya, harga komponen tertentu bisa tetap mahal.

Di level pasar modal, cerita SK Hynix menunjukkan satu hal yang sederhana tapi sering terlambat disadari: uang besar bergerak ke teknologi yang dipakai, bukan sekadar teknologi yang ramai dibicarakan. AI membawa permintaan baru. HBM yang semula niche berubah jadi aset strategis. Dan di titik itu, perusahaan yang tepat di posisi tepat akan melonjak jauh lebih cepat daripada nama besar yang selama ini dianggap tak tergoyahkan.

Reuters menulis bahwa Samsung menilai perhitungan kapitalisasi pasarnya harus memasukkan saham preferen. Namun, terlepas dari perdebatan metodologi itu, pasar sudah memberi pesan yang keras: peta kekuatan chip di Korea Selatan sedang berubah, dan SK Hynix berada di pusat perubahan itu.

Ringkasan singkat

1. SK Hynix untuk pertama kalinya melampaui kapitalisasi pasar Samsung di Korea Selatan, menurut laporan Reuters.

2. Pendorong utamanya adalah lonjakan permintaan chip HBM untuk sistem AI dari NVIDIA, Microsoft, dan Google.

3. Samsung masih unggul di produksi DRAM, tetapi jaraknya dengan SK Hynix diperkirakan makin tipis dalam beberapa tahun ke depan.

(FI)

πŸ“²
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

πŸ’¬ Follow @journalartanews β†’
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda