Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Arab Saudi Kalah Telak, Suporter Ungkit Ucapan Roberto Mancini

Jersey timnas Arab Saudi tergeletak di lapangan setelah Arab Saudi kalah telak
Arab Saudi kalah telak 4-0 dari Spanyol di Piala Dunia 2026. (Ilustrasi: AI)

MADRID — Tim nasional Arab Saudi babak belur setelah menelan kekalahan telak dari Spanyol dengan skor 4-0 pada laga kedua fase grup Piala Dunia 2026. Hasil minor pada Kamis dini hari WIB tersebut langsung memicu gelombang kemarahan luar biasa dari para pendukung Al-Akhdar yang kecewa berat melihat performa loyo tim kesayangan mereka sepanjang sembilan puluh menit laga berjalan di Stadion Metropolitano, Madrid.

Kritik tajam dari publik Riyadh hingga Jeddah langsung mengarah kepada pelatih kepala asal Yunani, Georgios Donis. Keputusannya dalam menyusun strategi dinilai gagal total mengimbangi permainan cepat Spanyol yang dimotori para gelandang kreatif mereka. Tidak hanya pelatih, para pemain di lapangan juga menjadi sasaran kekesalan suporter karena tampil tanpa determinasi tinggi dan kerap melakukan kesalahan elementer.

Sembilan Puluh Menit yang Menyiksa di Lapangan

Sejak peluit pertama berbunyi, skuad Green Falcons langsung tertekan hebat oleh permainan *high pressing* yang diterapkan La Roja. Permainan mengalir yang sempat mereka tunjukkan saat menahan imbang Uruguay pada laga pertama mendadak hilang tak berbekas. Arab Saudi kalah kelas di setiap lini permainan.

Arab Saudi bahkan gagal menciptakan satu pun tembakan tepat sasaran (*shot on target*) ke gawang tim Matador sepanjang laga. Statistik duel satu lawan satu menunjukkan dominasi mutlak Spanyol yang memenangi 65 persen perebutan bola di area tengah. Lini tengah Al-Akhdar kerap kehilangan bola dengan mudah saat mencoba melakukan *build-up* dari lini belakang.

Situasi taktis ini diperparah oleh koordinasi pertahanan yang kacau. Empat gol Spanyol yang masing-masing dicetak oleh Alvaro Morata (menit ke-18), Nico Williams (34′), Dani Olmo (57′), dan penalti di masa *injury time* babak kedua oleh Mikel Oyarzabal menjadi bukti rapuhnya tembok pertahanan Arab Saudi. Donis sempat mencoba memasukkan dua gelandang bertipe defensif pada awal babak kedua, namun perubahan tersebut tidak mampu menghentikan gelombang serangan lawan.

Kemarahan Suporter dan Memori Pahit Roberto Mancini

Di tengah badai kritik yang membanjiri media sosial, para pendukung Arab Saudi mulai mengungkit kembali memori masa lalu. Menariknya, mereka ramai-ramai membahas pernyataan lawas bek senior Ali Al-Bulaihi mengenai mantan arsitek timnas asal Italia, Roberto Mancini. Hubungan Mancini dengan skuad memang sempat memanas sebelum akhirnya sang pelatih didepak dari kursi kepelatihan.

Al-Bulaihi dulu pernah membocorkan perlakuan Mancini di ruang ganti yang dikenal sangat disiplin dan tanpa kompromi. Pelatih yang membawa Italia menjuarai Euro 2020 itu sering melontarkan kritik sangat pedas kepada para pemain Arab Saudi semasa menjabat.

“Mancini bahkan pernah berkata langsung kepada kami bahwa kami tidak mengerti sepak bola dan tidak menguasai hal-hal mendasar dalam permainan ini,” ujar Al-Bulaihi dalam wawancara lawas yang kini kembali viral di platform X.

Statistik Pertandingan Spanyol Arab Saudi
Penguasaan Bola 72% 28%
Total Tembakan 19 3
Tembakan Tepat Sasaran 9 0
Akurasi Operan 91% 74%

Kebenaran Ucapan Mancini yang Terbukti Sekarang

Bagi suporter setia Arab Saudi, kekalahan memalukan dari Spanyol ini menjadi bukti nyata bahwa ucapan ketus Roberto Mancini di masa lalu memang benar adanya. Kualitas dasar olah bola para pemain terbukti masih jauh dari standar elite dunia. Transisi permainan dari bertahan ke menyerang terlihat sangat lamban dan mudah diantisipasi.

Gaya bertahan *low block* yang diterapkan Donis pun hancur berantakan karena kesalahan individu pemain di area penalti sendiri. Jarak antarlini yang terlalu renggang membuat aliran bola dari lini belakang selalu putus di tengah jalan sebelum melewati garis tengah lapangan. Sangat kontras dengan koordinasi rapi Spanyol.

“Kami meminta maaf kepada seluruh pendukung. Kami melakukan banyak kesalahan taktis malam ini dan Spanyol menghukum setiap celah yang kami tinggalkan,” ujar Georgios Donis dalam sesi konferensi pers usai laga dengan nada lesu.

Kini, Georgios Donis punya pekerjaan rumah yang sangat berat untuk mengembalikan mental bertanding anak asuhnya. Dengan satu laga sisa di fase grup melawan Kanada, peluang Arab Saudi untuk lolos ke fase gugur kini berada di ujung tanduk karena selisih gol mereka minus cukup besar akibat kekalahan telak ini. Al-Akhdar wajib menang besar di laga pamungkas sembari berharap hasil pertandingan lain memihak kepada mereka.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda