JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Ketika harga minyak dunia melemah, reaksi pertama banyak pelaku pasar adalah panik, terutama bagi pemegang saham sektor energi. Namun ada satu sisi yang sering terlewatkan: penurunan harga minyak justru menjadi berkah bagi sejumlah sektor usaha.
Logikanya sederhana yaitu bagi perusahaan yang menjadikan minyak dan turunannya sebagai biaya operasional utama, penurunan harga komoditas ini berarti penghematan biaya, pelebaran margin keuntungan, hingga peningkatan daya beli masyarakat.
Berikut adalah daftar 7 saham yang diproyeksikan meraup keuntungan besar jika harga minyak patokan Brent turun hingga ke level $60 per barel.
Kenapa Ada Saham yang Justru Untung Saat Harga Minyak Turun?
Harga minyak berperan sebagai pusat biaya bagi banyak industri. Jika biaya utama ini menurun, maka efisiensi usaha meningkat. Ada tiga kelompok sektor yang paling merasakan dampak positifnya:
1. Perusahaan Distribusi: Membeli stok dengan harga murah, namun menjualnya dengan harga yang belum berubah seketika, sehingga selisih keuntungan melebar.
2. Jasa Transportasi: BBM dan avtur menyumbang 30–40% dari total biaya operasional. Penurunan harga langsung mengurangi beban pengeluaran.
3. Industri Pengolahan: Pabrik yang menggunakan minyak, gas, atau turunannya sebagai bahan baku dan energi produksi menjadi lebih hemat biaya.
Daftar 7 Saham Paling Untung Jika Harga Minyak Brent Capai $60
Berikut rincian lengkap alasan dan potensi keuntungan masing-masing emiten:
1. PGAS – (Perusahaan Gas Negara Tbk)
Ini adalah kasus yang unik dan sering disebut sebagai paradoks. Meskipun bergerak di sektor energi, PGAS justru diuntungkan saat harga minyak turun.
– Alasan untung: Sebagian besar harga jual gas ke PLN dan pelanggan industri menggunakan rumus acuan yang mengikuti rata-rata harga Brent dalam jangka waktu tertentu. Sementara itu, biaya pembelian gas dari produsen langsung menyesuaikan harga pasar yang lebih rendah.
– Dampak: Jika Brent turun ke $60, biaya pokok produksi PGAS menurun lebih cepat dibandingkan penurunan harga jualnya. Hal ini membuat margin keuntungan melebar.
– Proyeksi: Potensi kenaikan harga saham dari kisaran Rp1.800 menuju Rp2.100 per lembar.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.