Jumat, 26 Juni 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Daftar Mutasi Polri 2026 Terbaru: 1.121 Pati Pamen Bergeser

Daftar Mutasi Polri 2026 Terbaru
Mutasi Polri Juni 2026 menggeser 1.121 personel per 25 Juni 2026 melalui tujuh Surat Telegram Kapolri. Foto: JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Mutasi Polri Juni 2026 menggeser 1.121 personel per 25 Juni 2026 melalui tujuh Surat Telegram Kapolri. Rotasi ini mencakup dua Kapolda baru, tiga Wakapolda, 190 Kapolres, hingga pejabat utama di Mabes Polri.

Perombakan besar ini langsung berdampak pada peta kepemimpinan di daerah dan pusat. Di sejumlah wilayah, jabatan strategis berpindah tangan saat Polri memasuki semester kedua tahun ini, saat beban pengamanan, pelayanan publik, dan stabilitas kamtibmas tetap tinggi.

Mutasi Polri Juni 2026 terbit lewat 7 surat telegram

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menyebut mutasi itu bagian dari pola rutin organisasi. Ia menegaskan, rotasi jabatan dipakai untuk menjaga penyegaran dan memperkuat kinerja satuan.

“Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan meningkatkan profesionalisme,” kata Trunoyudo dalam keterangannya, Jumat, 26 Juni 2026.

Dalam data resmi yang dirangkum dari Divhumas Polri, mutasi itu tertuang dalam tujuh Surat Telegram Kapolri yang terbit 25 Juni 2026. Perpindahan jabatan tidak berhenti di level pimpinan daerah. Banyak posisi di lini operasional juga ikut digeser.

Di dalam tubuh Polri, mutasi seperti ini biasa dipakai untuk mengisi jabatan kosong, memberi ruang promosi, dan menyesuaikan kebutuhan lapangan. Tapi skala kali ini cukup besar. Seribu lebih personel bergerak dalam satu gelombang.

2 Kapolda baru dan 3 Wakapolda berganti

Untuk jajaran Kapolda, ada dua nama baru yang masuk. Brigjen Pol Rudi Setiawan ditunjuk sebagai Kapolda Aceh. Sementara Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru mendapat amanah sebagai Kapolda Papua Barat Daya.

Di level Wakapolda, tiga posisi juga berubah. Kombes Pol Iwan Saktiadi ditetapkan sebagai Wakapolda Banten, Brigjen Pol Arif Budiman menjadi Wakapolda Maluku, dan Kombes Pol Fernando Sanches Napitupulu mengisi posisi Wakapolda Papua Barat Daya.

Rotasi di level ini penting. Kapolda dan wakapolda memegang kendali utama atas kebijakan keamanan di daerah, termasuk pengawasan operasi, penanganan konflik, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur TNI.

190 Kapolres ikut dirotasi, Polwan naik jabatan

Mutasi Polri Juni 2026 juga menyentuh 190 jabatan kapolres, kapolresta, dan kapolrestabes. Polri menyebut rotasi ini menjadi bagian dari pembinaan karier dan penyesuaian kebutuhan organisasi di wilayah.

Di tengah gelombang itu, ada pula promosi bagi 45 polisi wanita. Sebanyak 17 Polwan di antaranya naik menjadi kapolres IIIA2. Langkah ini menunjukkan pembukaan ruang karier yang makin luas bagi personel perempuan di satuan kewilayahan.

Polri juga membentuk satu Polresta baru di Ibu Kota Nusantara. Keputusan itu sejalan dengan kebutuhan pengamanan di kawasan yang masih berkembang dan memerlukan struktur kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat.

Beberapa nama yang tercatat dalam rotasi antara lain AKBP Ade Papa Rihi sebagai Kapolres Tasikmalaya dan AKBP Jonathan David Harianthono sebagai Kapolres Salatiga. Nama-nama lain tersebar di berbagai daerah dan akan menyesuaikan surat keputusan resmi masing-masing jabatan.

Rangkaian mutasi Polri 2026 sejak Januari hingga Mei

Gelombang 25 Juni ini bukan yang pertama pada 2026. Pada Januari, Polri memutasi 85 pati dan pamen melalui ST/99/I/KEP/2026 dan ST/143/I/KEP/2026. Saat itu, Irjen Johnny Eddizon Isir bergeser menjadi Kapolda Sumatera Selatan.

Lalu pada Mei, Polri kembali merombak 108 pati dan pamen lewat ST/960/V/KEP/2026. Dalam gelombang itu, Komjen R.Z. Panca Putra ditunjuk sebagai Kalemdiklat Polri, sementara sembilan Kapolda berganti, termasuk di Jawa Barat, Sumatera Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Bengkulu, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah.

Rangkaian mutasi besar sejak awal tahun memberi gambaran bahwa Polri sedang melakukan penataan ulang di banyak lini. Bagi publik, dampaknya terasa langsung saat pejabat baru mengambil alih wilayah. Gaya kerja, prioritas patroli, dan respons terhadap isu lokal bisa ikut berubah.

Trunoyudo menegaskan, mutasi bukan sekadar perpindahan kursi. “Penyegaran organisasi, pembinaan karier, dan efektivitas tugas menjadi bagian dari tujuan mutasi,” ujarnya.

Di lapangan, publik akan menunggu satu hal sederhana yaitu apakah pejabat baru bisa bergerak cepat dan membuat layanan polisi terasa lebih dekat.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda