Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Potensi Hujan Indonesia 26 Juni – 2 Juli 2026: Waspada Petir & Angin Kencang

Potensi Hujan Indonesia 26 Juni – 2 Juli 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika meminta masyarakat mewaspadai adanya potensi hujan lebat yang diprediksi melanda sebagian besar wilayah Indones…. Foto: JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika meminta masyarakat mewaspadai adanya potensi hujan lebat yang diprediksi melanda sebagian besar wilayah Indonesia selama sepekan ke depan. Meski sebagian besar wilayah Indonesia kini sudah memasuki musim kemarau, cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai kilat dan angin kencang masih mengintai dari tanggal 26 Juni hingga 2 Juli 2026 mendatang.

Kondisi ini dipicu oleh aktifnya fenomena atmosfer global, termasuk pergerakan Gelombang Kelvin serta adanya pola siklonik di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra. Fenomena tersebut membuat awan hujan masih tumbuh subur. BMKG mencatat curah hujan dengan intensity menengah saat ini masih mendominasi sekitar 62,55 persen wilayah Indonesia, sehingga potensi banjir bandang dan longsor tetap tinggi di daerah rawan.

Pemicu Cuaca Ekstrem dari Dinamika Atmosfer

Deputi Bidang Meteorologi BMKG menjelaskan ada tiga faktor utama yang memicu pertumbuhan awan hujan secara masif dalam beberapa hari ke depan. Pertama, Gelombang Kelvin terpantau sangat aktif melintasi wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi Utara, Maluku Utara, hingga pesisir Papua Barat Daya. Gerakan gelombang atmosfer ini membawa massa udara basah yang memicu hujan lebat.

Faktor kedua adalah terbentuknya pola siklonik di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra dan Selat Makassar. Pola ini menciptakan daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin atau konvergensi. Akibatnya, uap air berkumpul di wilayah tersebut dan memicu pembentukan awan konvektif secara cepat. Ketiga, tingkat labilitas atmosfer lokal yang sangat tinggi memicu pemanasan intensif pada siang hari, disusul hujan badai pada sore hingga malam hari.

BMKG juga memprediksi fenomena Dipole Mode Samudra Hindia atau Indian Ocean Dipole berada pada kondisi netral sepanjang tahun ini. Secara umum, curah hujan tahunan di 94,7 persen wilayah Indonesia masih berada dalam kategori normal dengan rentang 1.500 hingga 4.000 milimeter per tahun.

Prakiraan Cuaca dan Indeks UV Mingguan

Masyarakat juga diminta mengantisipasi perubahan cuaca ekstrem harian. Pada siang hari, paparan sinar ultraviolet berada pada kategori ekstrem, namun sore harinya berpotensi langsung berubah menjadi hujan badai.

Hari/Tanggal Kondisi Cuaca Umum Peluang Hujan Indeks UV Maksimal
Jumat, 26 Juni Hujan Ringan 30% Ekstrem (Skala 11)
Sabtu, 27 Juni Hujan Sedang 40% Sangat Tinggi (Skala 10)
Minggu, 28 Juni Hujan Petir 40% Sangat Tinggi (Skala 8)
Senin, 29 Juni Hujan Petir 50% Ekstrem (Skala 11)
Selasa, 30 Juni Hujan Petir 50% Sangat Tinggi (Skala 9)
Rabu, 1 Juli Berawan Tebal 20% Sangat Tinggi (Skala 9)
Kamis, 2 Juli Berawan Sebagian 10% Ekstrem (Skala 11)
Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda