Minggu, 28 Juni 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Bola di Piala Dunia 2026 Disebut Aneh dan Istimewa, Ada Apa?

Bola Adidas Trionda yang digunakan pada turnamen Piala Dunia 2026
Bola Adidas Trionda di Piala Dunia 2026 dikritik mirip Jabulani. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Turnamen akbar Piala Dunia 2026 tidak hanya menyajikan drama kelolosan tim di atas lapangan hijau, tetapi juga memicu perdebatan panas mengenai teknologi si kulit bulat. Bola resmi turnamen kali ini, Adidas Trionda, mulai memanen kritik tajam dari para penjaga gawang top dunia karena karakternya yang dinilai aneh dan sangat sulit untuk dikendalikan.

Situasi ini mengingatkan publik pada memori buruk Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Kala itu, bola Adidas Jabulani menjadi musuh bersama para penjaga gawang karena arah terbangnya yang liar dan tidak dapat diprediksi. Kini, pola serupa tampaknya kembali terulang di tanah Amerika Utara.

Desain Minim Hambatan yang Menyiksa Kiper

Mantan penjaga gawang legendaris Denmark, Kasper Schmeichel, membeberkan analisis taktisnya mengenai keanehan Adidas Trionda. Pria yang telah mengantisipasi karakter bola ini dengan memakainya sejak babak kualifikasi menyebut ada perbedaan struktural yang sangat mencolok dibandingkan bola-bola generasi sebelumnya.

“Yang istimewa dari bola ini adalah konstruksinya yang hanya terdiri dari empat panel,” papar Schmeichel dalam interviu bersama podcast BBC Football Daily. “Tidak ada jahitan sama sekali di permukaannya karena semua bagian direkatkan secara total.”

Schmeichel menambahkan bahwa kombinasi desain mulus tersebut dengan variasi cuaca serta kerapatan udara di stadion membuat hambatan udara pada bola berkurang drastis. Efeknya, bola tidak berputar secara konvensional melainkan meluncur sepersekian detik lebih cepat ke arah gawang.

“Kita melihat banyak gol di mana kiper sebenarnya hampir berhasil menepis bola tapi tetap kebobolan. Mulai dari Jordan Pickford saat Inggris menghadapi Kroasia, Luca Zidane bersama Aljazair, hingga Edouard Mendy. Tampaknya bola ini memang sengaja dirancang untuk mempermudah terjadinya gol,” tambah Schmeichel.

Statistik Sahih yang Membenarkan Keluhan

Keluhan para aktor di bawah mistar gawang ini bukan sekadar alasan pembenaran atas blunder mereka. Data statistik dari Opta menunjukkan adanya lonjakan drastis dalam jumlah gol jarak jauh dan kesalahan kiper sepanjang fase grup Piala Dunia 2026.

Gol Luar Kotak 2026 (20 Gol)
Gol Luar Kotak 2022 (10 Gol)

Hingga selesainya babak penyisihan grup, tercatat ada 20 gol yang tercipta dari luar kotak penalti. Angka ini melonjak dua kali lipat dibandingkan total gol jarak jauh pada fase yang sama di Piala Dunia 2022 Qatar.

Selain itu, jumlah kesalahan fatal penjaga gawang yang berujung gol langsung sudah menyentuh angka 11 kejadian. Rekor ini menjadi yang tertinggi dalam fase grup dari tujuh edisi Piala Dunia terakhir, sebuah indikasi kuat bahwa Adidas Trionda memang memberikan tantangan ekstra bagi pertahanan terakhir tim.

Sorotan Tajam dari Joe Hart

Mantan kiper tim nasional Inggris, Joe Hart, yang kini bertindak sebagai analis di BBC Sport, menilai fenomena ini sangat tidak biasa bagi para penjaga gawang level elite.

“Sangat jarang Anda melihat kiper di level tertinggi berhasil menyentuh bola dengan tangannya, namun bola itu tetap meluncur masuk ke gawang. Biasanya, begitu ada kontak di atas ketinggian bahu, reflek dan kekuatan tangan mereka sudah cukup untuk menepis bola keluar,” ujar Hart.

Keanehan laju bola ini juga terlihat nyata dalam laga penentuan Grup G di Seattle. Saat Mesir bermain imbang 1-1 melawan Iran untuk mengamankan tiket 32 besar, gol cepat Mahmoud Saber pada menit kelima lahir setelah memanfaatkan ketidaksempurnaan antisipasi kiper Iran, Alireza Beiranvand. Meskipun sempat menyentuh bola, derasnya laju Trionda membuat gawang Iran tetap bergetar.

Teknologi bola sepak modern memang terus berkembang demi menyajikan tontonan yang lebih menghibur dengan banyak gol. Namun bagi para penjaga gawang yang bertarung di Piala Dunia 2026, Adidas Trionda adalah mimpi buruk nyata yang menuntut adaptasi kilat demi menyelamatkan karier mereka di panggung dunia.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram