Minggu, 28 Juni 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI BISNIS

Efek Berantai Krisis Chip AI: Apple Terpaksa Naikkan Harga MacBook hingga Jutaan Rupiah

Efek Berantai Krisis Chip AI
Industri teknologi dunia tengah diguncang fenomena baru bernama RAM-ageddon yang memaksa Apple Inc resmi menaikkan harga jual lini komputer MacBook dan iPad …. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Industri teknologi dunia tengah diguncang fenomena baru bernama RAM-ageddon yang memaksa Apple Inc resmi menaikkan harga jual lini komputer MacBook dan iPad mereka secara global. Keputusan sepihak ini diambil akibat ledakan infrastruktur Kecerdasan Buatan (AI) yang menyedot pasokan komponen memori dunia hingga memicu kelangkaan parah.

Kebijakan menaikkan harga secara mendadak di luar siklus peluncuran produk baru tergolong sangat langka bagi raksasa Cupertino. Langkah darurat ini terpaksa diambil demi menutupi lonjakan biaya produksi akibat kelangkaan chip memori dan ruang penyimpanan (storage) yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Rebutan Chip Memori dengan Server AI

Ekspansi masif pusat data (data center) berbasis AI oleh korporasi teknologi raksasa telah menciptakan tornado permintaan komponen memori berkecepatan tinggi. Produsen semikonduktor global kini lebih memprioritaskan pesanan korporat untuk server AI yang bernilai tinggi ketimbang perangkat elektronik konsumen biasa. Dampaknya, pasokan untuk komputer personal pun langsung terjepit.

“Kami belum pernah melihat kenaikan harga komponen sebesar ini dan secepat ini. Kami telah melindungi pelanggan kami dari kenaikan tersebut sejauh ini, tetapi kini kami telah mencapai titik di mana kami harus mulai membaginya,” tulis manajemen Apple dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (28/6).

CEO Apple Tim Cook juga menegaskan bahwa keputusan pahit ini tidak terhindarkan. Para produsen memori mentransfer seluruh beban kenaikan harga produksi yang sangat besar langsung kepada pihak manufaktur perakit produk Apple.

Rincian Kenaikan Harga MacBook

Penyesuaian harga baru ini bervariasi mulai dari USD 100 hingga USD 300 atau berkisar antara Rp1,6 juta hingga Rp4,9 juta per unit. Kenaikan tertinggi menyasar laptop berspesifikasi tinggi yang membutuhkan modul RAM berkapasitas besar.

Berikut adalah tabel rincian penyesuaian harga global pada lini laptop MacBook milik Apple:

Model MacBook Harga Lama (USD) Harga Baru (USD) Estimasi Kenaikan (Rupiah)
MacBook Neo (Entry-Level) $599 $699 Rp1,6 Juta
MacBook Air (512 GB) $1.099 $1.299 Rp3,2 Juta
14-inch MacBook Pro (1 TB) $1.699 $1.999 Rp4,9 Juta

Selain lini komputer jinjing, perangkat tablet iPad seperti iPad Air dan iPad Pro ikut terkerek naik. Produk aksesoris rumah pintar seperti HomePod serta Apple TV juga tidak luput dari penyesuaian harga baru ini.

Nasib Harga iPhone ke Depan

Bagaimana dengan nasib ponsel pintar andalan Apple? Untuk saat ini, pabrikan masih mengecualikan lini iPhone dari kebijakan kenaikan harga mendadak tersebut. Apple tampaknya masih menahan margin demi menjaga momentum penjualan ponsel yang menjadi penyumbang pendapatan terbesar perusahaan.

Tapi posisi aman ini diprediksi tidak akan bertahan lama. Lembaga riset pasar International Data Corporation (IDC) memperkirakan bahwa kenaikan harga untuk iPhone tinggal menunggu waktu saja. Biaya komponen yang terus membengkak berpotensi mengerek harga lini iPhone Pro masa depan hingga USD 200 (sekitar Rp3,2 juta) lebih mahal dari harga rilis biasanya.

“Tekanan rantai pasok ini terlalu berat untuk diserap sendiri oleh Apple dalam jangka panjang. Jika krisis memori akibat server AI ini terus berlanjut hingga akhir tahun, maka kenaikan harga pada peluncuran iPhone generasi berikutnya adalah skenario yang sangat realistis,” ujar analis pasar senior IDC.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda