Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Kecelakaan Pesawat Terjun Payung di Prancis Tewaskan 11 Orang

Kecelakaan pesawat terjun payung di Prancis dekat landasan
Kecelakaan Pesawat Terjun Payung di Prancis Tewaskan 11 Orang. (Ilustrasi: AI)

TOULA — kecelakaan pesawat terjun payung di Tomblaine, Prancis timur, pada Minggu menewaskan seluruh 11 orang di dalam pesawat, termasuk lima mahasiswa keperawatan, lima instruktur, dan seorang pilot. Pesawat ringan itu jatuh saat fase lepas landas atau pendakian awal di dekat aerodrom Nancy-Essey, tak jauh dari kawasan permukiman.

Kabar ini disampaikan otoritas lokal dan dikonfirmasi kantor berita AP. Pesawat yang dipakai untuk kegiatan skydiving itu sempat melintas di atas area hijau dekat landasan sebelum menghujam tanah. Warga sekitar selamat. Tapi jaraknya tipis sekali.

Kronologi kecelakaan pesawat terjun payung di Tomblaine

Menurut Yves Seguy, prefek departemen Meurthe-et-Moselle, pesawat jatuh dalam kondisi yang masih belum jelas penyebabnya. Ia menggambarkan pesawat “turun lurus ke bawah” saat proses naik. Pernyataan serupa juga datang dari Wali Kota Tomblaine, Herve Feron, yang menyebut jatuhnya pesawat berlangsung secara sangat mendadak.

AFP melaporkan pesawat itu terdaftar di Jerman dan jatuh di area berumput dekat landasan pacu. Lokasinya hanya beberapa meter dari rumah warga dan dua jalan umum. Mathieu Klein, Wali Kota Nancy, mengatakan tragedi ini bisa saja berubah jauh lebih buruk bila pesawat bergerak sedikit lebih dekat ke permukiman.

“Tragis, tapi bisa saja jauh lebih buruk,” kata Klein, seperti dikutip dari laporan AP. “Pesawat jatuh hanya beberapa meter dari rumah.”

Polisi kemudian meminta warga menjauhi area bandara agar petugas darurat bisa bekerja tanpa hambatan. Tim medis dan dukungan psikologis juga disiapkan untuk keluarga korban serta saksi mata yang berada di lokasi.

Korban adalah rombongan mahasiswa keperawatan

Yang membuat peristiwa ini semakin menyentuh adalah identitas para korban. Dari 11 orang di dalam pesawat, lima di antaranya disebut sebagai mahasiswa keperawatan. Informasi itu disampaikan sumber yang dekat dengan kasus dan dibenarkan oleh Thierry Pechey, kepala dewan keperawatan Meurthe-et-Moselle.

Pechey menyebut para mahasiswa itu adalah rekan kerja yang memutuskan ikut lompatan terjun payung pertama mereka. Ia mengaitkan keberangkatan mereka dengan upaya melepas penat di tengah gelombang panas yang sedang melanda kawasan itu.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda