Senin, 29 Juni 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Pensiun Ben Stokes: Mengenang Air Mata dan Kejayaan Kapten Inggris

Tongkat kriket bersandar di bangku kayu stadion kosong lambangkan pensiun Ben Stokes
Pensiun Ben Stokes tandai akhir era emas kapten kriket Inggris. (Ilustrasi: AI)

LONDON — Panggung kriket dunia bersiap kehilangan salah satu seniman terbaiknya setelah pengumuman emosional mengenai rencana pensiun Ben Stokes dari kriket internasional. Langkah ini menandai akhir dari era salah satu kapten sekaligus all-rounder paling karismatik yang pernah dimiliki Inggris.

Stokes bukan sekadar tumpukan statistik mentereng di atas kertas. Melansir laporan kolumnis kriket senior Inggris, kekuatan utama pemain kidal ini justru terletak pada sisi manusianya yang penuh warna, kelemahan yang nyata, serta gairah meledak-ledak yang membuatnya begitu dicintai oleh publik Britania Raya.

Di lapangan, ia adalah seorang prajurit tangguh. Di luar lapangan, ia adalah pria biasa yang pernah jatuh ke titik terendah sebelum akhirnya bangkit memimpin negaranya.

Puncak Kejayaan Musim Panas 2019

Jika harus menunjuk satu momentum yang membakar nama Stokes dalam buku sejarah olahraga Inggris, musim panas tahun 2019 adalah jawabannya. Ia menjadi aktor utama dalam drama final Piala Dunia Kriket melawan Selandia Baru di Lord’s.

Bermain di bawah tekanan mental yang luar biasa saat mengejar target, Stokes menunjukkan kedewasaan taktik yang luar biasa. Ia mengontrol emosinya, mempertahankan gawang dengan disiplin baja, dan membawa Inggris merengkuh trofi juara yang sangat didambakan publik tuan rumah.

Hanya berselang enam minggu setelah malam magis di Lord’s, ia kembali melakukan keajaiban di Headingley dalam laga Ashes melawan musuh bebuyutan, Australia. Kemitraan legendarisnya di gawang terakhir bersama Jack Leach — yang hanya menyumbang satu angka — mencatatkan kemenangan mustahil yang hingga kini masih sering diputar ulang di layar televisi.

Bangkit dari Badai Kehidupan Pribadi

Karier sang kapten tidak selalu berjalan mulus. Kejadian di luar lapangan hampir saja menghancurkan seluruh masa depannya ketika ia terlibat perselisihan fisik di luar sebuah klub malam di Bristol pada tahun 2017.

Namun, momen kejatuhan inilah yang justru mendekatkan dirinya dengan para penggemar. Publik melihat seorang pahlawan yang cacat secara karakter, namun memiliki tekad luar biasa untuk memperbaiki diri.

Mantan pelatih Inggris mengenang momen emosional saat Stokes pertama kali kembali ke ruang ganti tim di Dunedin, Selandia Baru. Di hadapan rekan-rekannya, Stokes berbicara dengan mata berkaca-kaca tentang betapa berartinya bermain untuk Inggris dan bagaimana ia hampir kehilangan segalanya.

Kekuatan empati inilah yang kemudian hari membuatnya menjadi pemimpin yang sangat disegani. Sebagai kapten tim Test Inggris dalam empat tahun terakhir, ia dikenal sangat melindungi para pemain muda dan menciptakan atmosfer tim yang hangat tanpa sekat senioritas.

Warisan yang Lebih Besar dari Sekadar Angka

Banyak pengamat sering membandingkan Stokes dengan para legenda pendahulunya seperti Sir Ian Botham atau Andrew Flintoff. Bedanya, Stokes memiliki kemampuan kepemimpinan yang jauh lebih matang dan taktis di lapangan hijau.

Gaya bermainnya yang agresif selalu berhasil membuat penonton enggan beranjak dari kursi stadion. Ia adalah tipe pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan lewat satu lemparan bola presisi atau satu pukulan tak terduga.

Pengumuman pensiun yang dilakukan di tengah-tengah laga yang sedang berjalan memang sempat mengejutkan banyak pihak. Namun, keputusan ini memberikan kesempatan terakhir bagi publik di Trent Bridge untuk memberikan penghormatan terakhir secara langsung kepada sang gladiator.

Keputusan asosiasi kriket setempat untuk menggratiskan tiket hari kelima pertandingan menjadi penutup yang manis bagi perjalanan karir sang kapten. Kini, kriket Inggris bersiap menyambut babak baru tanpa kehadiran sang jenderal di tengah lapangan.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda