Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Starting XI Terbaik Fase Grup Piala Dunia 2026 Versi ESPN

Suasana stadion megah penuh penonton pada laga fase grup Piala Dunia 2026
Inilah starting XI terbaik fase grup Piala Dunia 2026 pilihan analis senior ESPN. (Ilustrasi: AI)

PHILADELPHIA — Turnamen terbesar di bumi baru saja menyelesaikan fase pertamanya yang kolosal. Sebanyak 72 pertandingan babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 telah tuntas, menyisakan 32 tim dari 48 kontestan awal untuk saling bunuh di fase gugur. Drama, air mata, dan lahirnya pahlawan baru mewarnai peta persaingan di tiga negara tuan rumah.

Analis taktis sepak bola senior ESPN, Gabriele Marcotti, merilis daftar starting XI terbaik fase grup Piala Dunia 2026. Kolomnis taktis tersebut meramu formasi 4-4-2 berlian yang sangat dinamis. Pilihan ini menarik karena menggabungkan sisa kejayaan generasi emas terdahulu dengan ledakan bakat para daun muda yang tampil spartan sepanjang babak penyisihan.

## Benteng Kokoh Kombinasi Senior dan Darah Muda

Sektor penjaga gawang mutlak menjadi milik Thibaut Courtois. Tanpa kehadiran kiper Real Madrid ini, Belgia mungkin sudah mengepak koper lebih cepat. Courtois mencatatkan rata-rata 4,2 penyelamatan per laga. Penampilan paling heroik miliknya tersaji saat mementahkan penalti krusial kontra Mesir dan menahan gempuran tanpa henti pemain Iran pada laga pamungkas Grup F.

Sektor belakang menyajikan dinamika yang seimbang antara pengalaman dan agresivitas modern. Bek kanan Kanada, Alistair Johnston, menjadi pilihan utama berkat atribut fisiknya yang luar biasa. Bermain di hadapan publik sendiri, Johnston tidak hanya solid menjaga area pertahanan, tetapi juga aktif menusuk hingga mencetak dua gol krusial yang mengamankan tiket kelolosan The Canucks.

Di jantung pertahanan, Marcotti menduetkan Virgil van Dijk (Belanda) dengan bek muda sensasional Spanyol, Pau Cubarsí. Kombinasi ini sangat ideal secara taktis. Van Dijk memimpin lini belakang dengan ketenangan serta keunggulan duel udara (meraih 88 persen kemenangan duel).

Sementara itu, Cubarsí yang baru berusia 19 tahun tampil layaknya bek veteran yang dingin. Bek milik Barcelona ini mencatatkan akurasi operan progresif dari lini belakang sebesar 93 persen, sebuah angka fantastis untuk membangun serangan dari bawah (*build-up*). Sektor kiri pertahanan disempurnakan oleh Marc Cucurella (Spanyol) yang tampil disiplin dan tak kenal lelah melakukan transisi cepat.

Berikut adalah statistik performa lini pertahanan terbaik selama fase grup berdasarkan data taktis ESPN:

Pemain Negara Tekel Sukses (%) Intersep per Laga Akurasi Operan (%)
Alistair Johnston Kanada 78% 2.1 84%
Virgil van Dijk Belanda 85% 3.4 89%
Pau Cubarsí Spanyol 82% 2.8 93%
Marc Cucurella Spanyol 80% 3.1 87%
Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda