Dampak kebijakan harga tidak berhenti di sektor darat. Sektor penerbangan domestik turut merasakan efek penurunan harga melalui koreksi harga Avtur. Di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), harga Avtur turun sebesar Rp3.000 per liter menjadi Rp19.190 per liter dari harga sebelumnya Rp22.190 per liter (sebelum pajak).
Bagi maskapai penerbangan, biaya bahan bakar merupakan komponen operasional terbesar, mencapai 30% hingga 40% dari total biaya operasional. Penurunan harga ini membuka peluang bagi maskapai untuk menekan biaya operasional yang nantinya diharapkan mampu menjaga stabilitas tarif tiket pesawat di tengah tingginya permintaan perjalanan domestik.
Data statistik menunjukkan bahwa mobilitas penduduk pasca-pandemi terus meningkat, sehingga efisiensi di sektor energi menjadi kunci agar roda ekonomi tetap berputar. Pemerintah melalui Kementerian ESDM terus melakukan pengawasan agar setiap perubahan harga di tingkat korporasi tetap selaras dengan upaya menjaga inflasi nasional tetap rendah.
Akses Informasi bagi Konsumen
Pertamina mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi harga terbaru melalui kanal resmi. Masyarakat yang membutuhkan perincian harga per wilayah dapat menghubungi Pertamina Customer Solution di nomor 135 atau memantau akun media sosial @pertaminapatraniaga dan @pertamina135.
Perusahaan menekankan bahwa harga yang tercantum di setiap daerah bisa berbeda karena adanya pengaruh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah masing-masing. Oleh karena itu, pengecekan langsung melalui aplikasi MyPertamina atau papan harga di SPBU terdekat sangat disarankan bagi pengguna.
Melihat ke depan, fluktuasi harga BBM nonsubsidi akan tetap dinamis mengikuti pasar minyak global. Tren penurunan harga kali ini bisa menjadi indikator positif bagi daya beli konsumen di kuartal ketiga tahun 2026. Fokus Pertamina ke depan tetap menjaga ketersediaan pasokan di seluruh pelosok negeri sekaligus memastikan kualitas bahan bakar tetap memenuhi spesifikasi mesin kendaraan modern. Kestabilan pasokan dan harga di masa depan akan sangat bergantung pada bagaimana pemerintah dan Pertamina menyeimbangkan neraca perdagangan energi di tengah tantangan global yang tidak menentu.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.