DEPOK — Industri kelapa sawit nasional kembali bersiap menghadapi tantangan global melalui ajang SIEXPO 2026. Pameran yang memasuki tahun keempat ini bukan sekadar etalase produk, melainkan menjadi pusat pertukaran teknologi dan inovasi bagi seluruh ekosistem sawit, mulai dari korporasi besar hingga koperasi petani kecil.
Tahun ini, antusiasme peserta melonjak signifikan. Sebanyak 184 gerai pameran siap menyapa pengunjung, angka yang meningkat dibanding 150 gerai pada edisi sebelumnya. Panitia bahkan menargetkan lonjakan kunjungan hingga 8.000 orang, naik tajam dari catatan tahun lalu yang menyentuh angka 6.000 pengunjung.
Mengintegrasikan Teknologi AI di Perkebunan
Sektor kelapa sawit kini tidak lagi melulu bicara soal bibit dan pupuk. SIEXPO 2026 memberikan porsi besar bagi adopsi teknologi digital serta kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam operasional perkebunan. Inovasi ini dianggap krusial untuk meningkatkan produktivitas serta menekan biaya operasional di tengah fluktuasi ekonomi global.
Ketua Pelaksana SIEXPO 2026, Qayuum Amri, menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci. “Kami ingin membangun sinergi agar muncul berbagai inovasi teknologi yang mendukung industri sawit, sekaligus selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo,” ujarnya saat memberikan keterangan di Depok, Jawa Barat, Jumat (26/6).
Berbagai solusi modern akan dipamerkan secara lengkap, mulai dari penggunaan drone untuk pemetaan lahan, sistem digitalisasi logistik, hingga perangkat keselamatan kerja yang lebih canggih. Konsep one stop solution yang diusung panitia memastikan bahwa pelaku usaha di sektor hulu maupun hilir bisa menemukan kebutuhan mereka di satu lokasi.
Ruang bagi UMKM dan Koperasi
Berbeda dengan pameran industri skala besar pada umumnya yang cenderung eksklusif, SIEXPO 2026 justru membuka pintu lebar bagi pelaku ekonomi arus bawah. Sebanyak 20 gerai khusus disediakan secara cuma-cuma bagi UMKM dan koperasi petani. Langkah ini sejalan dengan filosofi panitia: yang kecil ditingkatkan, yang menengah diperbesar, dan yang besar dijaga.
Menurut Direktur Marketing Sawit Indonesia, Yasin Permana, keterlibatan UMKM ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem sawit secara menyeluruh. “Biasanya pameran hanya diikuti korporasi besar. Kami justru sejak awal melibatkan koperasi petani, perguruan tinggi, hingga sekolah-sekolah sawit agar terjadi transfer ilmu yang nyata,” kata Yasin.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.