Senin, 24 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Kekuatan Otot Dada dan Punggung Bisa Cegah Risiko Serangan Jantung

Kekuatan Otot Dada dan Punggung Bisa Cegah Risiko Serangan Jantung
Kekuatan Otot Dada dan Punggung Bisa Cegah Risiko Serangan Jantung. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Memiliki otot dada dan punggung yang kuat ternyata bukan sekadar urusan penampilan fisik atau estetika binaraga. Sebuah studi terbaru yang melibatkan kecerdasan buatan (AI) mengungkap bahwa kualitas kepadatan otot pada area tubuh bagian atas memiliki kaitan erat dengan kesehatan jantung jangka panjang. Bagi banyak orang, ini adalah pengingat bahwa kebugaran bukan hanya tentang apa yang tampak di cermin, melainkan bagaimana organ dan jaringan dalam tubuh berinteraksi untuk menjaga usia harapan hidup.

Peneliti dari University of Edinburgh menganalisis hasil pemindaian medis dari 1.722 pasien yang rata-rata berusia 50-an. Para partisipan sebelumnya menjalani pemeriksaan karena keluhan nyeri dada. Menggunakan teknologi AI, tim peneliti membedah data pemindaian untuk melihat komposisi otot, organ, tulang, hingga lemak tubuh secara detail.

Hasilnya cukup mengejutkan. Mereka yang memiliki kepadatan otot lebih tinggi pada bagian dada dan punggung terbukti memiliki risiko lebih rendah terkena serangan jantung. Bahkan, risiko kematian dini dalam kurun waktu satu dekade setelah pemindaian tercatat menurun drastis pada kelompok ini. Temuan ini menjadi titik balik penting dalam dunia medis preventif, mengingat penyakit jantung tetap menjadi penyebab utama kematian di banyak negara, termasuk Indonesia.

Kualitas, Bukan Sekadar Ukuran

Poin krusial dari temuan ini bukanlah ukuran besar kecilnya otot, melainkan kualitasnya. Kepadatan otot—yang dalam dunia medis disebut sebagai *skeletal muscle attenuation*—dapat terbaca melalui tingkat kecerahan pada hasil pemindaian. Semakin cerah gambar otot, semakin padat kualitas jaringan tersebut dan semakin rendah kandungan lemak di dalamnya. Lemak yang menyusup ke dalam serat otot sering kali menjadi penanda adanya peradangan sistemik yang berisiko merusak sistem kardiovaskular.

Profesor Michelle Williams, penulis utama studi yang diterbitkan dalam jurnal *Radiology*, menjelaskan bahwa setiap peningkatan 10 poin pada tingkat kecerahan otot berkorelasi dengan penurunan risiko serangan jantung sebesar 31 persen. Sementara itu, risiko kematian dini terpangkas hingga 39 persen dalam sepuluh tahun ke depan. Angka ini tidak bisa dianggap remeh.

“Fakta bahwa otot rangka seseorang bisa terhubung dengan risiko serangan jantung sangat menarik,” ujar Michelle. Ia mengakui bahwa temuan ini mengubah gaya hidupnya sendiri. Kini, ia rutin melakukan olahraga seperti bersepeda, *planks*, hingga pilates yang dianggap efektif melatih otot punggung, pektoral, dan otot antarrusuk. Gerakan-gerakan ini terbukti efektif dalam memperbaiki postur sekaligus menjaga integritas jaringan otot di sekitar area vital tubuh.

Pentingnya Aktivitas Fisik Rutin

Halaman:12Semua Halaman

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 23 Agustus 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir