Minggu, 5 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Robot Humanoid Agibot Siap Gantikan Pekerjaan Berbahaya Manusia

Robot Humanoid Agibot Siap Gantikan Pekerjaan Berbahaya Manusia
Agibot mulai menyebar robot humanoid untuk menggantikan pekerjaan berbahaya dan repetitif di pabrik. Foto: Wikimedia Commons

JAKARTA — Era automasi kini melangkah lebih jauh. Perusahaan robotika asal China, Agibot, mulai memperkenalkan solusi humanoid yang digadang-gadang mampu mengambil alih tugas-tugas berbahaya dan berisiko tinggi. Langkah ini dipandang sebagai jawaban atas kelangkaan tenaga kerja di berbagai sektor industri global.

William Shi, Presiden Agibot untuk wilayah Eropa dan Amerika, menegaskan bahwa perusahaannya tidak sekadar menciptakan mesin, tetapi memberi solusi bagi pekerjaan yang membosankan dan berisiko. Menurutnya, ada banyak posisi di pabrik yang secara alami memang diharapkan untuk digantikan oleh mesin demi efisiensi dan keamanan.

“Kita harus mempertimbangkan orang-orang yang melakukan pekerjaan berbahaya, membosankan, dan repetitif. Pekerjaan semacam ini sangat mudah untuk digantikan,” ujar Shi dalam sebuah konferensi pers di London, sebagaimana dilaporkan TechRadar. Baginya, tugas-tugas monoton seperti memindahkan kotak atau mengemas komponen elektronik tidak memberikan nilai tambah bagi kreativitas manusia.

Transformasi Industri dan Peran Robot Humanoid

Agibot yang didirikan oleh mantan insinyur Huawei pada 2023 ini telah memproduksi 15.000 unit robot. Salah satu model andalannya, G2, sudah diuji coba di pabrik elektronik Longcheer. Di sana, robot tersebut bekerja berdampingan dengan manusia untuk menyelesaikan tugas-tugas fisik yang melelahkan selama delapan jam kerja.

Kehadiran robot ini bukan tanpa perhitungan matang. Setiap unit dibekali model AI tiga bagian yang mengendalikan interaksi, lokomosi atau pergerakan, serta manipulasi lingkungan sekitar. Dengan chip dari Nvidia yang tertanam di dalamnya, robot ini dirancang untuk beroperasi di bawah kendali penuh manusia, memastikan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan operator manusia.

Mengapa transisi ini menjadi penting? Secara konkret, ini menyentuh isu efisiensi operasional industri di Indonesia dan dunia. Penggantian pekerjaan repetitif memungkinkan tenaga kerja manusia untuk beralih ke peran yang membutuhkan empati, pemikiran strategis, serta inovasi yang tidak bisa dilakukan oleh mesin.

Masa Depan Robot sebagai Pengajar dan Pendamping

Visi Agibot melampaui lantai pabrik. Shi menyebutkan bahwa di masa depan, robot humanoid bisa menjadi solusi atas krisis kekurangan guru dan perawat di berbagai negara. Dengan basis model bahasa besar (Large Language Models), robot-robot ini diklaim mampu menjawab pertanyaan dasar anak-anak mengenai sains, matematika, hingga percakapan sehari-hari.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda