Para ahli mengingatkan bahwa meskipun ada peluang dari rebalancing, risiko penurunan IHSG masih mengintai jika data ekonomi AS berikutnya menunjukkan inflasi yang lebih panas dari perkiraan. Hal ini bisa memicu aksi jual massal oleh investor asing (capital outflow) yang akan menekan IHSG lebih dalam.
“Investor retail disarankan untuk tidak menggunakan margin (utang) di saat seperti ini. Gunakan dana dingin dan lakukan averaging down hanya pada saham-saham blue chip yang fundamentalnya tidak berubah,” tambah Hendra.
Outlook Sisa Tahun 2026
Melihat ke depan, pergerakan IHSG di sisa tahun 2026 akan sangat bergantung pada dua faktor utama: kemampuan pemerintah menjaga defisit anggaran di tengah defisit neraca perdagangan, dan kejelasan arah suku bunga The Fed di kuartal III dan IV.
Bagi para investor, Juli 2026 adalah bulan untuk bersabar dan cermat. Di tengah badai ketidakpastian, saham-saham dengan fundamental kokoh dan arus kas yang sehat akan menjadi pemenang sejati. Pasar mungkin sedang bergelombang, tetapi bagi mereka yang memahami arusnya, peluang tetap tersimpan di setiap koreksi.
Catatan: Artikel ini didasarkan pada kondisi pasar per 7 Juli 2026, dengan referensi pada keputusan BI Rate 5,75%, inflasi 3,34%, dan tren rebalancing yang umum terjadi di pasar modal. Selain itu artikel ini bukan ajakan membeli/menjual, melainkan informasi pasar.
📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.