DALLAS — Perjalanan Cristiano Ronaldo di panggung Piala Dunia resmi berakhir setelah Portugal disingkirkan Spanyol dengan skor tipis 0-1 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Amerika Serikat, Selasa waktu setempat. Gol semata wayang Mikel Merino di menit-menit akhir memupus asa Selecao das Quinas.
Bagi Ronaldo, kekalahan ini terasa lebih pahit. Pemain berusia 41 tahun itu sebelumnya telah menegaskan bahwa Piala Dunia edisi keenam yang ia ikuti kali ini menjadi yang terakhir dalam kariernya. Dengan tersingkirnya Portugal, salah satu bintang terbesar dalam sejarah sepak bola pun menutup babak Piala Dunia tanpa pernah mengangkat trofi paling didambakan itu.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Gelandang Portugal, Bruno Fernandes, mengakui kekecewaan mendalam timnya, namun menyerukan agar skuad tidak kehilangan keyakinan. “Tentu kami sedih. Kami datang ke sini dengan satu tujuan, yaitu menjadi juara dunia. Tidak mungkin kami merasa puas setelah gagal mencapainya.
Saya tetap yakin tim ini punya kualitas untuk menjuarai turnamen, tetapi kami tidak boleh kehilangan keyakinan,” ujar Fernandes, dikutip dari laman resmi FIFA.
Portugal datang ke Amerika Serikat dengan harapan besar. Mereka membawa salah satu skuad terbaik dalam sejarahnya, dipimpin Ronaldo dan diperkuat sederet bintang seperti Nuno Mendes, Joao Neves, Vitinha, Bruno Fernandes, Ruben Dias, hingga Bernardo Silva. Namun materi mewah itu tetap tak cukup untuk menembus dominasi Spanyol.
Bek Portugal, Ruben Dias, menilai laga melawan Spanyol menjadi salah satu yang paling ketat. “Kami sudah memberikan segalanya, tetapi itu belum cukup. Ini salah satu pertandingan paling ketat melawan Spanyol sejak saya bergabung di tim nasional. Kami memiliki beberapa peluang, tetapi gagal mencetak gol. Sayangnya keberuntungan tidak berpihak kepada kami,” katanya.
Rekor Piala Dunia Portugal yang Belum Tuntas
Kegagalan di edisi 2026 membuat Portugal masih belum mampu mengangkat trofi Piala Dunia dari sembilan edisi yang mereka ikuti. Pencapaian terbaik mereka justru tercatat pada debut di tahun 1966, saat menempati posisi ketiga. Sejak saat itu, generasi emas demi generasi datang dan pergi tanpa menghadirkan gelar juara dunia.
Bagi Ronaldo, akhir kiprah di Piala Dunia menandai penutup salah satu babak paling ikonik dalam sepak bola modern. Meski tanpa trofi Piala Dunia, rekor gol dan pengaruhnya di lapangan telah mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa. Kini, tongkat estafet ambisi juara Portugal akan diteruskan generasi berikutnya.
Sementara itu, Spanyol melaju ke perempat final dengan modal pertahanan solid dan kepercayaan diri tinggi, siap melanjutkan perburuan gelar di panggung terbesar sepak bola dunia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.