Kamis, 9 Juli 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Impeachment Sara Duterte: Butuh 16 Suara Senat, Loyalitas Masih Kacau

Impeachment Sara Duterte
Pemakzulan Sara Duterte memerlukan 16 suara Senat, tapi loyalitas legislator masih tidak pasti. Foto: Wikimedia Commons

MANILA — Sidang pemakzulan Wakil Presiden Filipina Sara Duterte dimulai dengan tantangan besar: para jaksa harus mengamankan minimal 16 suara dari 24 anggota Senat untuk menyatakannya bersalah. Masalahnya, loyalitas senat masih cair dan belum pasti ke arah mana akan bergerak.

Pengacara dan analis hukum mengatakan konviksi terhadap Duterte-Carpio sebenarnya bukan mustahil, tapi juga bukan perkara mudah meski muatan tuduhannya cukup serius. Senat yang terbagi faktif menjadi hambatan utama para penuntut.

Dewan Perwakilan Rakyat Filipina secara resmi memakzulkan Duterte pada 11 Mei lalu dengan empat artikel dakwaan. Pertama, pelanggaran konstitusi 1987 melalui penyalahgunaan dana gelap senilai 612,5 juta peso (sekitar 10 juta dolar AS) dari kantornya saat menjadi menteri pendidikan.

Kedua, dakwaan tentang kekayaan yang tidak dapat dijelaskan senilai miliaran peso dan melampaui apa yang dia laporkan di dokumen daftar harta milik. Ketiga, Duterte didakwa membiarkan kepentingan bisnis yang tidak divestasikan sebagaimana diwajibkan hukum.

Dakwaan keempat adalah kasus penyuapan. Saat menjabat menteri pendidikan, dia diduga memberikan uang tunai kepada bawahan untuk membujuk mereka menerobos aturan pengadaan barang.

Ancaman ke Masa Depan Politik

Jika terbukti bersalah, Duterte tidak hanya akan dicopot dari jabatan wakil presiden, melainkan juga dilarang secara permanen untuk menjabat kantor publik apapun. Ini berarti rencananya mencalonkan diri sebagai presiden di pemilu 2028 akan berakhir.

Sayangnya, hasil survei publik terbaru menunjukkan posisi Duterte masih kuat. Sebanyak 51 persen responden dalam jajak pendapat akhir Mei menyatakan akan memilihnya sebagai presiden di pemilu yang akan datang. Angka tersebut membuatnya tetap menjadi calon presiden terdepan meski menghadapi ujian serius ini.

Polisi mengerahkan lebih dari 6.000 petugas, termasuk skuad anti-kerusuhan, untuk menjaga keamanan gedung Senat selama persidangan berlangsung. Demonstran pendukung dan penentang Duterte telah bergerak menuju lokasi. Analisis dari pengamat politisi lokal menunjukkan ketegangan luar biasa menyelimuti acara ini.

Sejarah Perseteruan Dua Dinasti

Duterte dan Presiden Ferdinand Marcos Jr adalah pasangan pemilihan umum tahun 2022 yang menang dengan margin besar. Aliansi kilat antara dua dinasti politik paling berpengaruh di Filipina itu merupakan kombinasi kekuatan pemilih yang luar biasa pada waktu itu.

Namun, perjodohan politisi itu segera pecah. Pada Juni 2024, Duterte mengundurkan diri dari kabinet Marcos sebagai menteri pendidikan sambil tetap menjabat sebagai wakil presiden. Perselisihan antara keduanya meluas ke publik.

Puncaknya terjadi pada November 2024 ketika Duterte membuat pernyataan mengejutkan dunia internasional. Dia mengungkapkan telah memerintahkan seorang pembunuh untuk membunuh Presiden Marcos, istri presiden, dan pembicara DPR jika dia sendiri dibunuh. Pengakuan kontroversial ini semakin memperburuk hubungan keduanya dan menjadi salah satu alasan diajukannya impeachment.

Soal Konviksi: Dua Per Tiga Kursi Senatorial

Mekanisme pemakzulan di Filipina memerlukan suara setidaknya dua pertiga dari anggota Senat untuk menyatakan terdakwa bersalah. Dengan 24 anggota Senat, itu berarti butuh 16 suara. Sekarang masalahnya: loyalitas mereka masih bergejolak.

Beberapa senator telah menunjukkan keraguan, sementara yang lain tetap menunggu perkembangan persidangan sebelum memutuskan posisi mereka. Ini menciptakan ketidakpastian bagi kedua belah pihak penuntut dan pertahanan Duterte.

Duterte dan tim kurinya secara kategori membantah semua tuduhan. Mereka mengatakan keluhan itu palsu dan secara hukum tidak cukup kuat. Pengacara pertahanannya, Michael Poa, menyatakan kepada wartawan bahwa mereka akan membuktikan dakwaan tidak beralasan.

Duterte memilih tidak hadir secara langsung di persidangan, melainkan diwakili oleh kurir kurinya. Dalam pernyataan tertulis, dia menjelaskan bahwa keputusan berceramah melalui kurir tidak mengurangi akuntabilitas atau menunjukkan kurangnya transparansi.

Konteks Keluarga Duterte yang Lebih Luas

Pemakzulan Duterte menjadi babak terakhir dari keruntuhan reputasi keluarga Duterte di kancah nasional dan internasional. Ayahnya, mantan Presiden Rodrigo Duterte, ditangkap atas perintah Pengadilan Pidana Internasional dan dipindahkan ke Den Haag.

Dia ditahan di sana dengan dihadapkan pada tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan yang muncul dari kampanye antinarkoba yang brutal selama kepresidenannya, yang menewaskan ribuan tersangka, kebanyakan dari kalangan miskin.

Mantan presiden itu dijadwalkan untuk menghadapi sidang pengadilan pada 30 November. Kondisi keluarga Duterte yang sedang terpuruk ini menjadi latar belakang dramatis dari sidang pemakzulan putrinya di Manila.

Persidangan diduga akan berlangsung sekitar 92 hari ke depan. Hasilnya akan menjadi pencapaian penting dalam menentukan arah politisi Filipina menjelang pemilu presiden 2028.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda