MIAMI — Inggris memastikan satu tiket ke babak semifinal Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Norwegia 2-1 melalui babak perpanjangan waktu yang menegangkan di Miami Stadium, Minggu (12/7/2026). Jude Bellingham menjadi pahlawan bagi The Three Lions lewat dwigol krusial yang mengubur mimpi Norwegia sekaligus membawa Inggris menantang Argentina di empat besar.
Pertandingan perempat final tersebut berlangsung panas hingga menit ke-120. Norwegia sempat memimpin lebih dulu melalui gol Andreas Schjelderup pada menit ke-36.
⚽ Baca juga: Piala Dunia 2026 — Bagan, Jadwal Hari Ini & Klasemen Live
Namun, Bellingham merespons dengan cepat untuk menyamakan kedudukan, sebelum akhirnya mencetak gol kemenangan di awal masa perpanjangan waktu. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri catatan Erling Haaland yang selalu mencetak gol di setiap laga turnamen ini.
Kontroversi VAR dan Keluhan Norwegia
Laga ini tidak luput dari drama yang memicu kemarahan kubu Norwegia. Ayah dari Erling Haaland, Alf-Inge Haaland, meluapkan kekesalannya melalui media sosial dengan mengklaim bahwa Norwegia telah dirampok oleh keputusan wasit.
Protes tersebut merujuk pada dianulirnya gol Torbjorn Heggem yang sedianya membuat Norwegia unggul 2-1, setelah wasit menilai Erling Haaland melakukan pelanggaran dengan mendorong Elliot Anderson saat situasi sepak pojok.
Di sisi lain, pelatih Inggris, Thomas Tuchel, justru bersikap rendah hati. Ia secara terbuka mengakui bahwa timnya dinaungi keberuntungan dalam duel tersebut. Meski berhasil melaju, Tuchel merasa penampilan anak asuhnya masih jauh dari kata memuaskan.
Ia menegaskan bahwa Inggris tidak bisa lagi bermain dengan cara yang sama ketika berhadapan dengan juara bertahan Argentina di babak semifinal nanti.
Rekor Baru Kane dan Bellingham
Keberhasilan menembus semifinal kali ini juga mencatatkan sejarah baru bagi sepak bola Inggris. Harry Kane dan Jude Bellingham kini resmi menjadi pasangan pemain pertama dari satu negara yang masing-masing mencetak enam gol atau lebih dalam satu edisi Piala Dunia.
Dominasi Bellingham tidak hanya terlihat dari papan skor, tetapi juga kondisi fisik sang pemain yang sempat menjadi sorotan publik akibat penggunaan teknologi Blood Flow Restriction (BFR) yang membuat urat kakinya tampak menonjol saat bertanding.
“Karakter dan kegigihan membawa kami melewati pertandingan ini. Bahkan ketika segalanya tidak berjalan sesuai harapan, kami memberikan segalanya,” ujar Bellingham selepas pertandingan.
Semangat pantang menyerah tersebut akan kembali diuji saat mereka menantang Argentina di Atlanta pada Rabu mendatang. Argentina sendiri melaju setelah menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1, juga melalui babak perpanjangan waktu.
Bagi pendukung Inggris, kemenangan atas Norwegia bukan sekadar tiket ke semifinal, melainkan ujian mentalitas. Menghadapi Argentina di panggung sebesar Piala Dunia selalu menyisakan narasi panjang tentang sejarah rivalitas kedua negara.
Bagi Tuchel, fokus utamanya saat ini adalah memulihkan kondisi pemain dan memperbaiki celah pertahanan sebelum menghadapi serangan Lionel Messi dkk. yang tampil impresif sejak awal turnamen.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.