TradingView menyediakan empat paket utama pada 2026. Versi gratis memang paling ringan, tapi batas indikator, layout, dan alert jadi cepat terasa saat pengguna mulai serius. Paket berbayar memberi ruang lebih besar untuk analisis multi-chart dan notifikasi harga.
| Paket | Harga | Indikator per chart | Chart per layout | Server alert |
|---|---|---|---|---|
| Basic | Gratis | 3 | 1 | 1 |
| Pro | Rp219.000/bulan | 5 | 2 | 20 |
| Pro+ | Rp499.000/bulan | 10 | 4 | 100 |
| Premium | Rp890.000/bulan | 25 | 8 | 400 |
Harga bisa berubah tergantung lokasi dan pajak. Jadi, pengguna di Indonesia perlu cek nominal final di halaman langganan sebelum berlangganan. Perbedaan paling terasa biasanya ada pada jumlah chart yang bisa dibuka sekaligus dan banyaknya alert yang aktif.
Dampaknya ke trader Indonesia
Bagi pasar Indonesia, keberadaan TradingView gratis membuat analisis teknikal makin mudah diakses. Mahasiswa, investor pemula, sampai trader harian bisa memakai alat yang sama tanpa harus langsung membayar mahal. Ini menurunkan hambatan awal, terutama saat banyak orang baru belajar membaca grafik setelah masuk ke pasar saham dan aset digital.
Di sisi lain, fitur berbayar tetap punya tempat. Trader aktif yang memantau banyak aset dalam satu waktu cenderung cepat menemukan batas versi Basic. Saat kebutuhan sudah masuk ke multi-chart, alert lebih banyak, dan data yang lebih dalam, paket Pro atau di atasnya mulai terasa masuk akal.
Untuk mulai memakai TradingView, pengguna cukup membuka situs resminya, lalu memilih akun Basic gratis. Dari sana, toolbar gambar, pilihan timeframe, watchlist, dan area chart bisa langsung dipakai. Menu alert juga tersedia untuk memantau level harga tertentu tanpa harus menatap layar terus-menerus.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.