Senin, 13 Juli 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Update Fitur Keamanan Anak di iOS 27: Langkah Apple Tekan Konten Ilegal

Tampilan pengaturan fitur keamanan anak pada perangkat iPhone terbaru
Apple mulai menerapkan fitur keamanan anak yang lebih ketat pada pembaruan iOS 27 untuk membatasi akses konten berbahaya. (Ilustrasi: AI)

CUPERTINO — Apple akhirnya memberikan perhatian lebih pada isu perlindungan anak dalam ekosistem digital mereka. Melalui pembaruan iOS 27 yang dijadwalkan meluncur musim gugur ini, perusahaan teknologi asal California tersebut memperkenalkan serangkaian fitur untuk membatasi akses anak terhadap konten berbahaya sekaligus memperketat pengawasan orang tua.

Perubahan sikap ini tidak datang begitu saja. Sarah Gardner, pendiri lembaga nirlaba Heat Initiative, telah melakukan aksi protes berulang kali di markas Apple Park.

Selama bertahun-tahun, Gardner mendesak Apple untuk tidak sekadar berlindung di balik alasan privasi saat menghadapi ancaman konten pelecehan seksual anak (CSAM) atau aplikasi berkekuatan kecerdasan buatan yang mampu membuat foto vulgar atau nudify.

“Ini adalah kemenangan besar karena mereka menghabiskan 10 menit dalam presentasi utama untuk membahas keamanan anak, sesuatu yang mustahil terjadi beberapa tahun lalu,” ujar Gardner kepada WIRED. Meski ia menilai fitur baru ini belum revolusioner, langkah tersebut diakui sebagai kemajuan nyata dalam menghadapi desakan publik dan ancaman hukum yang menanti perusahaan.

Pembaruan Sistem Kontrol Orang Tua

Apple kini merombak total proses pengaturan akun anak. Pengguna orang tua hanya memerlukan waktu sekitar enam menit untuk mengonfigurasi perangkat bagi pengguna di bawah 13 tahun—dengan opsi yang tetap tersedia bagi remaja hingga usia 18 tahun. Dalam proses ini, sistem secara otomatis membatasi situs web dewasa dan menyesuaikan konten media sesuai usia.

Satu fitur baru yang cukup signifikan adalah Ask to Browse di peramban Safari. Mekanismenya serupa dengan fitur Ask to Buy di App Store. Jika diaktifkan, anak wajib meminta izin kepada orang tua melalui aplikasi Pesan setiap kali hendak mengunjungi situs web baru.

Selain itu, sistem kini secara otomatis mewajibkan persetujuan orang tua sebelum anak dapat menyimpan atau berkomunikasi dengan kontak baru di aplikasi Telepon, FaceTime, maupun Pesan.

Tantangan Menyeimbangkan Privasi dan Keamanan

Meskipun fitur baru ini cukup komprehensif, perdebatan mengenai teknologi pemindaian konten CSAM di iCloud masih terus berlangsung. Apple sempat membatalkan fitur pemindaian foto di perangkat beberapa tahun lalu akibat kritik tajam dari pakar privasi terkait potensi penyalahgunaan pengawasan.

Namun, banyak pihak, termasuk aktivis, mendorong agar metode yang lebih aman segera diimplementasikan kembali.

Di sisi lain, pakar kriptografi Anunay Kulshrestha dari Infosec Clinic memperingatkan bahwa implementasi teknologi keamanan harus memiliki akuntabilitas yang jelas.

Menurutnya, Apple memiliki sejarah panjang dalam mengikuti tekanan pemerintah, sehingga ada risiko fitur tersebut disalahgunakan di luar konteks perlindungan anak.

Saat ini, Apple mengandalkan fitur Communication Safety yang memblokir otomatis konten pornografi atau kekerasan pada perangkat anak sebagai lini pertahanan utama.

Upaya terbaru Apple ini akan segera dirasakan oleh pengguna di Australia, Brasil, Amerika Serikat, dan Inggris sebelum diperluas ke berbagai negara lain. Bagi orang tua, pembaruan ini menjadi sinyal bahwa perusahaan teknologi besar mulai dipaksa untuk memikul tanggung jawab lebih besar terhadap pengalaman daring anak-anak di bawah umur.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda