JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Deposito SeaBank pada Juli 2026 menawarkan bunga hingga 5,25% per tahun, dengan setoran awal mulai Rp100.000 dan proses pembukaan yang sepenuhnya lewat aplikasi. Produk simpanan berjangka ini jadi salah satu opsi bank digital yang menarik bagi nasabah yang mencari bunga lebih tinggi dari deposito konvensional.
Skemanya sederhana. Nasabah hanya perlu akun SeaBank, saldo yang cukup, lalu memilih tenor 1, 3, 6, atau 12 bulan dari ponsel. Dana bisa dibuka dalam hitungan menit, tanpa datang ke cabang. Untuk simpanan kecil, ini terasa lebih ramah ketimbang deposito bank lama yang umumnya mensyaratkan nominal pembukaan lebih tinggi.
Keunggulan deposito SeaBank pada Juli 2026
SeaBank menempatkan produk depositonya sebagai simpanan berjangka yang mudah diakses. Bunga tertinggi yang tercantum mencapai 5,25% per tahun. Biaya administrasi juga disebut gratis, sementara dana nasabah tetap mengacu pada perlindungan LPS sesuai ketentuan yang berlaku.
| Fitur | Keterangan |
|---|---|
| Bunga | Hingga 5,25% per tahun |
| Setoran awal | Rp100.000 |
| Tenor | 1, 3, 6, 12 bulan |
| Proses | 100% online, sekitar 5 menit |
| Penjamin | LPS sampai Rp2 miliar |
| Biaya admin | Gratis |
Angka setoran awal ini penting. Banyak nasabah ingin dana mengendap dengan risiko rendah, tapi tidak semua punya modal besar. Di titik ini, deposito SeaBank masuk ke segmen pengguna yang ingin mulai dari nominal kecil, lalu melihat hasilnya dari waktu ke waktu.
Syarat dan cara buka deposito SeaBank
Untuk membuka deposito, pengguna harus warga negara Indonesia, berusia minimal 17 tahun, sudah memiliki akun SeaBank, dan mempunyai HP dengan koneksi internet. NPWP bersifat opsional, namun tetap relevan untuk urusan pajak atas bunga yang diterima.
Prosesnya berjalan di dalam aplikasi. Pengguna masuk ke menu deposito, memilih tenor dan nominal, lalu mengonfirmasi detail penempatan dana. Setelah PIN dimasukkan, bukti deposito langsung muncul di menu portofolio.
Berikut alur ringkas yang tercantum pada draf:
1. Buka aplikasi SeaBank dan login ke akun.
2. Pilih menu deposito lalu tekan opsi pembukaan.
3. Tentukan tenor dan nominal simpanan.
4. Cek syarat dan ketentuan, lalu atur Auto Roll Over bila ingin perpanjangan otomatis.
5. Masukkan PIN dan simpan bukti transaksi.
SeaBank menyebut seluruh proses itu bisa selesai dalam sekitar lima menit. Waktu yang singkat ini jadi nilai jual utama di pasar bank digital, terutama bagi pengguna yang tidak ingin repot dengan formulir fisik atau antrean cabang.
Simulasi hasil dan dampaknya ke nasabah
Dengan bunga 5,25%, simulasi pada simpanan Rp5 juta untuk tenor 12 bulan menghasilkan bunga kotor Rp262.500. Setelah pajak 10% dipotong, bunga bersih yang diterima menjadi Rp236.250 per tahun, atau sekitar Rp19.687 per bulan bila dibagi rata.
Perhitungan sederhana itu menunjukkan kenapa deposito digital masih punya tempat. Di saat banyak orang mencari instrumen yang aman dan mudah dipantau dari ponsel, selisih bunga beberapa poin bisa terasa nyata, terutama untuk dana yang memang disiapkan mengendap. Bagi industri, model seperti ini ikut menekan bank lain agar memberi layanan yang lebih cepat dan tarif yang lebih bersaing.
Cair sebelum jatuh tempo dan catatan biaya
Jika dana dicairkan sebelum jatuh tempo, nasabah bisa masuk ke menu deposito lalu memilih opsi pencairan. Dana pokok dan bunga prorata disebut akan kembali ke saldo SeaBank dalam 1×24 jam. Namun ada penalti 0,5% dari nominal, sehingga keputusan mencairkan dini perlu dihitung matang.
Draf juga mencatat bunga bisa dipilih dibayar di akhir tenor atau dibayar bulanan, tergantung pengaturan saat pembukaan. Satu hal yang tidak boleh dilupakan: suku bunga dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, angka 5,25% sebaiknya dicek langsung di aplikasi sebelum dana benar-benar ditempatkan. Itu yang paling aman.
Dalam kondisi pasar yang bergerak cepat, produk seperti deposito SeaBank tetap bergantung pada dua hal: tingkat bunga yang ditawarkan dan kemudahan akses. Dua-duanya sedang dicari banyak orang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.