Rabu, 15 Juli 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

juara piala dunia 2022

Trofi Piala Dunia yang menjadi incaran tim di setiap edisi
Trofi Piala Dunia menjadi simbol prestasi tertinggi sepak bola dunia. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Argentina yang sukses merengkuh gelar juara Piala Dunia 2022 kini menjadi titik acuan dalam perbandingan distribusi hadiah bagi edisi-edisi mendatang. Sukses Lionel Messi dan kawan-kawan di Qatar bukan hanya mencatat sejarah di atas lapangan, tetapi juga menjadi standar finansial baru yang kini mengalami eskalasi drastis menuju Piala Dunia 2026.

FIFA secara resmi melakukan lompatan besar terkait alokasi dana turnamen untuk edisi 2026. Total hadiah yang disediakan menyentuh angka US$871 juta atau setara Rp15,682 triliun.

Angka ini mencerminkan kenaikan fantastis sebesar 50 persen dibandingkan total hadiah yang digelontorkan pada Piala Dunia 2022 lalu.

Keputusan ini diambil seiring dengan ekspansi jumlah peserta yang kini melibatkan 48 negara, sebuah perubahan format yang memaksa FIFA mengalokasikan anggaran lebih masif untuk menjamin keberlangsungan kompetisi.

Distribusi Hadiah Berbasis Performa

Sebagian besar dari total dana tersebut, yakni sekitar US$703 juta, akan didistribusikan langsung berdasarkan pencapaian performa setiap tim di turnamen. Semakin jauh sebuah tim melangkah, semakin besar kompensasi yang mereka terima. Skema ini dirancang untuk memacu intensitas persaingan sejak fase penyisihan grup hingga laga final.

Berikut adalah rincian proyeksi pembagian hadiah berdasarkan posisi akhir tim di Piala Dunia 2026:

Posisi/Peringkat Hadiah (USD) Hadiah (Rupiah)
Runner Up $34 juta Rp612,081 miliar
Peringkat ke-3 $30 juta Rp540,072 miliar
Peringkat ke-4 $28 juta Rp504,067 miliar
Peringkat ke-5 s.d. 8 $20 juta Rp360,048 miliar
Peringkat ke-9 s.d. 16 $16 juta Rp288,080 miliar
Peringkat ke-17 s.d. 32 $12 juta Rp216,060 miliar
Peringkat ke-33 s.d. 48 $10 juta Rp180,050 miliar

Selain insentif berbasis performa, FIFA menyisihkan dana sebesar US$168 juta yang didistribusikan kepada seluruh tim peserta tanpa melihat hasil pertandingan. Kebijakan ini memastikan setiap negara peserta memperoleh dana partisipasi setidaknya sebesar US$12,5 juta atau sekitar Rp225,075 miliar.

Dana tersebut difokuskan untuk menutup beban operasional tim, mulai dari biaya pemusatan latihan hingga logistik perjalanan selama turnamen berlangsung.

Dampak Finansial Bagi Peta Kekuatan Sepak Bola

Lonjakan dana ini memberikan sinyal kuat akan perubahan lanskap sepak bola dunia. Bagi federasi sepak bola di negara berkembang, suntikan dana sebesar US$12,5 juta bukan sekadar angka di atas kertas. Nilai tersebut menjadi stimulus vital untuk menopang pengembangan infrastruktur sepak bola domestik serta investasi jangka panjang pada pembinaan usia dini.

Kenaikan hadiah ini juga berpotensi mengubah pendekatan taktis tim-tim nasional yang akan berlaga di Piala Dunia 2026.

Dengan kompensasi yang semakin besar di setiap babak, tim-tim yang sebelumnya kerap bermain defensif atau mengandalkan sistem low block kini mungkin akan lebih berani mengambil risiko untuk mencari kemenangan.

Transisi cepat dari bertahan ke menyerang akan menjadi aset berharga dalam perburuan pundi-pundi dolar FIFA.

Seiring dengan semakin dekatnya persiapan turnamen, sorotan publik kini tertuju pada bagaimana setiap konfederasi menyiapkan tim terbaiknya. Persaingan kualifikasi yang lebih ketat di berbagai regional menjadi langkah awal sebelum tim-tim tersebut merebut bagian dari anggaran besar yang telah disiapkan FIFA.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda