JAKARTA — Samsung resmi memulai produksi massal SSD PM1763, sebuah perangkat penyimpanan kelas perusahaan yang dirancang khusus untuk memacu kinerja kecerdasan buatan (AI). Perangkat ini menawarkan kecepatan baca hingga 28,4 GB/detik dan kecepatan tulis mencapai 21,9 GB/detik, melampaui standar penyimpanan yang ada di pasaran saat ini.
Mengandalkan teknologi V-NAND generasi ke-9 dan pengontrol 4nm, SSD ini memanfaatkan konektivitas PCIe 6.0 untuk menggandakan lebar pita per jalur. Sebagai perbandingan, performa tersebut jauh melampaui kemampuan SSD konsumer tercanggih yang rata-rata masih berkutat di angka 14 GB/detik.
Dominasi Performa di Pusat Data
Langkah Samsung ini menempatkan PM1763 sebagai pesaing berat Micron 9650 di segmen pusat data. Meski Micron lebih dulu memulai produksi massal sejak Februari 2026, Samsung mengklaim keunggulan pada aspek efisiensi daya yang diklaim 1,8 kali lebih baik dari pendahulunya, PM1753.
Selain itu, SSD ini mendukung keamanan tingkat tinggi seperti post-quantum cryptography (PQC) dan protokol TDISP untuk perlindungan data yang lebih ketat.
Namun, angka kecepatan tinggi tersebut sebenarnya tidak relevan bagi pengguna komputer rumahan atau enthusiast. Infrastruktur yang dibutuhkan untuk menjalankan SSD ini secara maksimal, seperti platform server Nvidia Vera atau prosesor AMD EPYC “Venice”, merupakan ekosistem kelas pusat data yang tidak tersedia untuk pasar konsumer umum.
Kesenjangan Akses Teknologi
Pertanyaan mendasar bagi banyak penggemar teknologi adalah kapan kecepatan tersebut akan hadir di komputer pribadi. Kenyataannya, hambatan utama bukan sekadar harga yang melangit, melainkan ketersediaan komponen.
Industri saat ini tengah menghadapi lonjakan permintaan NAND dan DRAM akibat masifnya pengembangan AI global. CEO Phison bahkan memperingatkan potensi kelangkaan komponen tersebut hingga akhir tahun 2026.
Kondisi ini menciptakan jurang pemisah yang lebar. Saat pusat data berebut suplai untuk membangun server-server AI, stok NAND untuk kebutuhan konsumer justru menjadi prioritas sekunder. Menggunakan SSD kelas pusat data di rumah, selain membutuhkan biaya yang sangat besar, juga menjadi tantangan teknis karena antarmuka dan bentuk fisiknya tidak kompatibel dengan motherboard standar.
Bagi konsumen, PM1763 hanyalah bukti konsep bahwa era PCIe 6.0 sudah di depan mata. Kecepatan baca dan tulis tersebut nyata, namun akses ke teknologi tersebut masih terhalang oleh hambatan industri yang memprioritaskan penyedia layanan komputasi awan di atas kebutuhan perangkat pribadi.
Untuk saat ini, SSD tercepat di dunia tersebut akan tetap terkunci di dalam rak server, jauh dari jangkauan meja kerja pengguna biasa.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.