JAKARTA — Brenda Fricker, aktris Irlandia pertama yang meraih Oscar, meninggal dunia pada usia 81 tahun. Ia wafat di Dublin pada Kamis malam waktu setempat, setelah mengalami penurunan kesehatan dalam beberapa waktu terakhir, menurut pernyataan agennya yang dikutip sejumlah media internasional.
Kabar duka ini terasa besar bagi dunia film Inggris dan Irlandia. Fricker bukan hanya pemenang Academy Award lewat My Left Foot, tetapi juga wajah yang akrab bagi penonton lintas generasi lewat Home Alone 2: Lost in New York, The Field, dan serial BBC Casualty.
Brenda Fricker dan jejak Oscar yang mengubah karier
Fricker mencetak sejarah lewat perannya sebagai Bridget Fagan Brown, ibu dari Christy Brown, dalam film My Left Foot yang dirilis pada 1989. Film garapan Jim Sheridan itu mengangkat kisah penulis dan pelukis asal Irlandia yang lahir dengan cerebral palsy dan hanya bisa mengendalikan kaki kirinya.
Di ajang Oscar, Fricker menang sebagai aktris pendukung terbaik. Itu menjadi momen penting. Ia tercatat sebagai aktris Irlandia pertama yang membawa pulang piala Academy Award untuk akting, sesuatu yang kemudian menempatkannya di jajaran nama besar perfilman Eropa.
Daniel Day-Lewis, yang memerankan Christy Brown, juga menang Oscar aktor terbaik untuk film yang sama. Kombinasi itu membuat My Left Foot dikenang sebagai salah satu film Irlandia paling berpengaruh dari era 1980-an.
Fricker sendiri berkali-kali menceritakan betapa ia tak menyangka akan menang. Dalam pidato penerimaan pialanya, ia mengucapkan terima kasih kepada Brown “karena sudah hidup” dan menyindir ringan betapa luar biasanya ibu Brown. Kalimat itu masih sering dikutip sampai sekarang karena memperlihatkan gaya Fricker yang tajam, hangat, dan jauh dari kesan kaku.
Dari Pigeon Lady sampai layar kaca BBC
Banyak penonton global justru mengingat Fricker lewat Home Alone 2. Di film itu, ia memerankan Pigeon Lady, perempuan tunawisma yang berteman dengan karakter Kevin McCallister, diperankan Macaulay Culkin, di Central Park, New York. Adegan itu sederhana, tapi membekas.
Perannya memberi lapisan emosi pada film keluarga yang populer itu. Tidak berlebihan jika banyak orang mengenal Fricker dari wajah ramah dan sorot mata lembut karakter tersebut, meski kariernya jauh lebih luas dari satu film itu saja.
Ia juga masuk dalam deretan pemeran awal drama medis BBC Casualty, serial yang kemudian jadi salah satu tayangan primetime terpanjang di televisi Inggris. Di layar lebar, ia muncul dalam A Time to Kill dan So I Married an Axe Murderer. Total, Fricker tampil di lebih dari 90 film dan acara televisi antara 1964 hingga 2024.
Jejak itu penting karena menunjukkan satu hal: Fricker bukan bintang yang cuma bersinar sebentar. Ia bertahan lintas zaman, dari panggung teater, televisi, sampai film Hollywood. Wajahnya mungkin tak selalu jadi poster utama, tapi kehadirannya mengikat banyak adegan.
Penghormatan dari Irlandia dan kisah hidup yang tidak ringan
Kematian Fricker langsung memicu penghormatan dari Irlandia. Wakil Perdana Menteri Simon Harris menyebut negaranya kehilangan “harta nasional” dan menyatakan Fricker adalah duta besar bakat Irlandia di panggung dunia. Jim Sheridan, sutradara My Left Foot, juga menyebut Fricker sebagai aktris hebat, karakter kuat, dan pribadi yang penuh daya dorong.
Pujian itu terasa sejalan dengan reputasinya di tanah kelahirannya. The Irish Times pernah menggambarkannya sebagai salah satu aktor Irlandia paling dihormati di generasinya. Tahun ini, Dublin juga memberi penghormatan tertinggi dengan menganugerahkan Freedom of the City kepada Fricker.
Di luar layar, hidup Fricker tidak selalu mudah. Dalam autobiografinya, She Died Young: A Life in Fragments, yang terbit pada September 2025, ia membuka kisah masa kecil bersama adiknya, Grania, lalu menulis tentang kekerasan seksual, masalah kesehatan mental, hingga beberapa kali perawatan di institusi kesehatan. Buku itu masuk daftar terlaris Irish Sunday Times.
Pengakuan itu membuat kabar wafatnya Fricker terasa lebih berat. Sosok yang lama dikenal sebagai aktris peraih Oscar itu juga menyimpan perjuangan pribadi yang panjang. Dan justru di situlah banyak orang melihat kekuatannya: ia tetap tampil, tetap bekerja, tetap hidup dari satu panggung ke panggung lain.
Fricker pernah menikah dengan sutradara Barry Davies pada 1979 dan bercerai pada 1988. Dalam sumber yang sama, ia disebut beberapa kali hamil namun mengalami keguguran, pengalaman yang membuatnya bergulat dengan depresi berat untuk waktu yang lama. Kisah hidupnya kini berdiri sejajar dengan warisan filmnya, bukan sebagai bayangan, melainkan bagian dari sejarah yang utuh.
Bagi industri film, kehilangan Fricker berarti hilangnya salah satu suara akting Irlandia yang paling khas.
Bagi penonton, ada banyak pintu untuk kembali kepadanya: My Left Foot untuk melihat kualitas dramatisnya, Home Alone 2 untuk menyaksikan kehangatan yang lembut, dan Casualty untuk menelusuri awal karier televisinya.
Warisan itu masih hidup, dan daftar karyanya saja sudah menunjukkan betapa jauhnya jangkauan seorang Brenda Fricker.
Ia tampil dalam lebih dari 90 film dan acara televisi selama enam dekade.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.