Sabtu, 18 Juli 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Saham ASII 17 Juli 2026 Rp5.100, Dividen 7,65% & Analisa Terbaru

Saham ASII
Saham ASII 17 Juli 2026 Rp5.100, Dividen 7,65% & Analisa Terbaru. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Saham ASII ditutup datar di Rp5.100 pada perdagangan Kamis, 17 Juli 2026. Meski bergerak flat, saham PT Astra International Tbk ini masih membawa daya tarik dari dividen yield 7,65% dan valuasi yang tergolong murah di level PER 6,50 kali.

Pergerakan harga hari itu sempat menyentuh Rp5.200 di level tertinggi dan Rp5.025 di posisi terendah. Buat pasar, kombinasi ini menunjukkan saham ASII masih punya minat beli, tapi belum cukup kuat untuk mendorong reli lanjutan setelah koreksi dari puncak 52 minggu di Rp7.475.

Data perdagangan saham ASII 17 Juli 2026

Berikut ringkasan data penutupan saham ASII pada hari tersebut berdasarkan data penutupan 17 Juli 2026 pukul 16.14 WIB.

Keterangan Nilai
Harga penutupan Rp5.100,00
Perubahan 0,00 (0,00%)
Harga pembukaan Rp5.100,00
Tertinggi Rp5.200,00
Terendah Rp5.025,00
Rentang 52 minggu Rp4.350 – Rp7.475
Kapitalisasi pasar Rp206,47 triliun
Rasio P/E 6,50x
Dividen yield 7,65%

Kinerja Q1 2026 menekan sentimen

Di sisi fundamental, laporan keuangan kuartal I 2026 memberi tekanan ke saham ASII. Pendapatan tercatat Rp78,67 triliun, turun 5,63% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Laba bersih ikut terkoreksi ke Rp5,85 triliun atau turun 15,61% secara tahunan. EPS berada di 146, turun 14,62%, sementara margin laba bersih merosot ke 7,44% dari periode sebelumnya.

Data ini penting karena pasar biasanya memberi bobot besar pada dua hal: kemampuan emiten menjaga pertumbuhan laba dan konsistensi pembagian dividen. Saat laba menurun, saham bisa tetap diminati, tetapi ruang kenaikannya cenderung lebih sempit bila sentimen sektor belum pulih.

Dividen ASII masih jadi penopang

Meski kinerja laba melemah, saham ASII masih menarik bagi investor yang mengejar arus kas dividen. Dengan harga Rp5.100 dan dividen Rp97,54 per saham, yield 7,65% masih berada di atas rata-rata deposito dan sebagian instrumen pendapatan tetap ritel.

Itu sebabnya saham ini belum kehilangan basis peminat. Investor defensif umumnya melihat Astra sebagai emiten besar dengan bisnis inti yang lebar, mulai dari otomotif hingga alat berat. Basis pendapatannya membuat emiten ini tetap relevan saat pasar bergerak hati-hati.

Soal valuasi, murah belum tentu langsung naik

Secara valuasi, PER 6,50 kali memberi kesan saham ASII sudah berada di area yang relatif murah. Tapi pasar tidak membeli valuasi saja. Koreksi dari Rp7.475 ke Rp5.100 menunjukkan investor juga menimbang pelemahan laba dan risiko pertumbuhan yang belum sepenuhnya pulih.

Untuk trading jangka pendek, level Rp5.100 masih perlu konfirmasi dari volume dan arah pasar secara umum. Kalau minat beli menguat, saham ini punya ruang bergerak ke area yang lebih tinggi. Tapi bila tekanan jual kembali dominan, saham ASII bisa tetap bergerak dalam rentang sempit lebih lama.

Target analis sebelumnya berada di kisaran Rp6.700 hingga Rp7.000. Angka itu memberi gambaran bahwa pasar masih melihat ruang pemulihan, meski langkah menuju sana sangat bergantung pada perbaikan laba kuartal berikutnya dan respons investor terhadap prospek dividen tahun ini.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda