Selasa, 21 Juli 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Asosiasi Dokter AIIMS Minta Intervensi Presiden soal Kekerasan Jantar Mantar

Asosiasi Dokter AIIMS Minta Intervensi Presiden soal Kekerasan Jantar Mantar
Asosiasi Dokter AIIMS Minta Intervensi Presiden soal Kekerasan Jantar Mantar. (Ilustrasi: AI)

NEW DELHI — Asosiasi Dokter Residen (RDA) AIIMS, New Delhi, secara resmi meminta intervensi Presiden Droupadi Murmu atas kekerasan yang terjadi di Jantar Mantar. Dalam surat yang dikirimkan Senin lalu, organisasi dokter itu mendesak penyelidikan independen, imparsial, dan berjangka waktu terhadap insiden yang melibatkan aktivis iklim Sonam Wangchuk.

Pokok Peristiwa

Video yang beredar luas menunjukkan penggunaan tongkat (lathi charge), gas air mata, dan kekerasan fisik terhadap para pengunjuk rasa termasuk mahasiswa, dokter, dan warga muda. Meski beberapa aspek peristiwa masih diperdebatkan, RDA menekankan bahwa rekaman dan keterangan saksi mata menimbulkan kekhawatiran serius atas penanganan dissent demokratis yang damai.

“Konstitusi menjamin hak warga negara untuk berkumpul secara damai dan kebebasan berekspresi,” tulis RDA dalam suratnya. Organisasi itu memperingatkan bahwa jika penggunaan kekerasan berlebihan terbukti, hal itu dapat mengikis kepercayaan publik terhadap lembaga demokratis.

Salah satu aspek yang disorot RDA adalah video yang diduga menampilkan petugas kepolisian dengan wajah dan lencana nama tertutup. RDA mengatakan tindakan semacam itu mengurangi transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum. Organisasi juga merujuk pada video yang menunjukkan anggota keamanan diduga mengancam seorang profesor dan mahasiswa Lady Hardinge Medical College.

Konteks

Kasus lain yang menjadi fokus adalah hospitalisasi berkelanjutan aktivis Wangchuk. Jika laporan yang menyebutkan Wangchuk tidak diizinkan keluar rumah sakit meski ingin pergi melawan saran medis (LAMA) adalah akurat, RDA melihat ini sebagai pelanggaran otonomi pasien.

“Informed consent dan hak pasien yang kompeten untuk menolak atau menghentikan perawatan adalah prinsip etika dan hukum fundamental dalam praktik medis,” kata asosiasi itu.

Dampak dan Langkah Berikutnya

RDA yang mendeskripsikan dirinya sebagai organisasi apolitis menekankan kemerdekaannya dari afiliasi politik. Organisasi itu percaya setiap individu memiliki hak demokratis untuk melakukan protes damai. “Menjaga nilai-nilai konstitusional sangat penting untuk mempertahankan kepercayaan publik terhadap lembaga demokratis dan kesehatan,” tambahnya.

Dalam suratnya kepada Presiden, RDA meminta empat hal: (1) penyelidikan independen atas insiden Jantar Mantar, (2) investigasi terhadap dugaan penggunaan kekerasan berlebihan oleh aparat penegak hukum, (3) penegasan kembali hak-hak konstitusional warga untuk protes damai, dan (4) klarifikasi mengenai situasi hospitalisasi berkelanjutan Wangchuk sambil memastikan hak pasien dan prinsip etika medis tetap terjaga.

Langkah RDA merupakan suara publik pertama dari institusi medis besar India terkait insiden yang menciptakan perdebatan luas tentang penggunaan kekerasan terhadap protes damai.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda