JAKARTA — My Chef in Crime kembali jadi perhatian setelah VISION+ merilis first look yang menampilkan Jeremie Tobing. Setelah Sintya Marisca lebih dulu diperkenalkan lewat materi pertama, giliran Jeremie masuk ke proyek original series yang membawa perpaduan drama investigasi dan konflik personal itu.
Rilis tersebut datang dari MNC Media pada Senin, 20 Juli 2026. VISION+ tampak sedang menata perkenalan karakternya satu per satu, dan langkah itu membuat My Chef in Crime punya ruang untuk membangun rasa penasaran tanpa buru-buru membuka seluruh cerita.
Jeremie Tobing memerankan Bayu
Di first look terbaru, Jeremie Tobing tampil sebagai Bayu, seorang supervisor investigator. Karakter ini digambarkan kaku, disiplin, dan sangat ambisius dalam menjaga posisi serta reputasinya. Bukan tipe penyidik yang longgar atau santai. Bayu justru hadir dengan tekanan yang terasa rapat sejak awal.
Pilihan karakter seperti ini memberi warna yang jelas untuk My Chef in Crime. Series ini tidak sekadar mengandalkan misteri atau penelusuran kasus, tapi juga menaruh beban personal di tubuh para tokohnya. Konflik semacam itu biasanya membuat cerita lebih berlapis. Dan lebih mudah diingat.
Sebelumnya, VISION+ sudah lebih dulu menampilkan Sintya Marisca dalam first look series yang sama. Dengan dua nama itu, platform streaming milik MNC Group tersebut mulai membuka arah cerita dan karakter yang akan membawa penonton masuk ke dunia My Chef in Crime.
Kenapa first look ini penting
First look bukan cuma materi promosi. Di industri series, terutama original series yang bertumpu pada karakter, perkenalan awal seperti ini sering jadi penentu rasa penasaran penonton. Publik mulai menangkap nada ceritanya, jenis konfliknya, dan seperti apa energi para pemain utama saat berada di dalam semesta yang sama.
Untuk VISION+, langkah ini juga menguatkan posisi My Chef in Crime sebagai judul unggulan baru. Judulnya sendiri sudah memberi petunjuk soal arah cerita: ada unsur dapur, ada unsur kriminal, dan ada benturan emosi yang mungkin hadir di antara keduanya. Kombinasi itu cukup akrab buat penggemar drama investigasi, tapi tetap punya peluang terasa segar bila eksekusinya pas.
Buat penonton, rilis first look seperti ini biasanya jadi penanda bahwa produksi sedang bergerak menuju fase pengenalan yang lebih intens. Nama karakter mulai muncul. Wajah pemain mulai dikenali. Nada ceritanya pun sedikit demi sedikit terbaca.
Perkembangan VISION+ di original series
Dalam beberapa tahun terakhir, platform streaming di Indonesia berlomba menghadirkan original series dengan identitas yang kuat. VISION+ lewat My Chef in Crime ikut masuk ke jalur itu dengan menggabungkan elemen investigasi dan drama personal, dua hal yang sering dipakai untuk menjaga cerita tetap hidup di setiap episode.
Dari bahan yang dirilis MNC Media, belum ada rincian lain soal jadwal tayang, jumlah episode, atau alur lengkap cerita. Tapi justru di titik ini first look bekerja paling efektif: memberi secuil informasi yang cukup untuk memancing minat, sambil menyisakan ruang bagi penonton untuk menunggu pengumuman berikutnya dari VISION+.
Di saat industri hiburan lokal makin ramai dengan judul baru, perkenalan karakter seperti Bayu memberi sinyal bahwa My Chef in Crime tidak hanya mengandalkan nama besar pemain. Series ini tampaknya ingin menjual dinamika, ketegangan, dan benturan ambisi yang muncul dari tokoh-tokohnya.
Dan untuk genre seperti ini, satu karakter yang terasa tegas bisa jadi penggerak utama cerita. Jeremie Tobing kini resmi masuk ke panggung itu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.