Stadion Pakansari bergemuruh hebat, Senin malam (27/7/2026). Timnas Indonesia baru saja melumat Kamboja dengan skor mencolok 5-1 dalam laga pembuka Piala AFF 2026. Bukan sekadar kemenangan telak, publik disuguhi aksi berkelas dari sang maestro lini tengah, Thom Haye, yang mendikte permainan selama 90 menit penuh.
Gelandang berusia 30 tahun itu menjadi otak di balik lima gol skuad Garuda. Dia mencatatkan hattrick assist yang membuat lini pertahanan lawan tampak tak berkutik. Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Haye memang sudah terlihat berbeda. Dia berdiri tenang, memindai lapangan, lalu melepaskan umpan presisi yang membelah pertahanan rapat Kamboja.
Dirigen yang Mematikan
Keran gol Indonesia terbuka cepat. Baru enam menit laga berjalan, Haye sudah unjuk gigi. Dari situasi bola mati, dia melepaskan umpan lambung terukur. Mitchell Baker, yang berada di kotak penalti, melompat tinggi dan menyundul bola masuk ke gawang lawan. 1-0. Stadion Pakansari meledak.
Tak butuh waktu lama bagi Haye untuk kembali beraksi. Menit ke-24, dia berdiri di sudut lapangan untuk mengambil sepakan pojok. Umpan melengkungnya sangat manja. Sandy Walsh menyambutnya dengan sundulan keras yang membuat papan skor berubah menjadi 3-0. Keunggulan tiga gol dalam kurun waktu kurang dari setengah jam itu praktis membunuh mental bertanding para pemain Kamboja.
Kamboja sempat mencoba mencuri gol di awal babak kedua lewat aksi mereka pada menit ke-48. Tapi, itu hanyalah riak kecil dalam badai yang diciptakan Indonesia. Haye kembali membuktikan kapasitasnya sebagai pemberi umpan ulung.
Lewat skema permainan terbuka, umpan silang matangnya jatuh tepat di kepala Mitchell Baker. Gol keempat lahir. Pesta kemenangan pun ditutup manis oleh gol Jens Raven yang memastikan skor akhir 5-1.
Pengakuan Sang Juru Taktik
Penampilan gemilang Haye langsung mendapat sorotan dari sang pelatih, John Herdman. Pria asal Inggris itu tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap kualitas visi bermain anak asuhnya tersebut. Menurut Herdman, ketenangan Haye dalam membaca ruang dan mengeksekusi bola mati menjadi pembeda kelas yang sangat nyata di lapangan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.